Kamis, 24 Juli 2014

5 Kesalahan Menggosok Gigi

Menggosok gigi dua kali sehari mungkin sudah menjadi kebiasaan banyak orang.

Kebiasaan ini dilakukan guna menjaga kebersihan serta kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan. Namun terkadang kebiasaan ini justru berkebalikan dengan tujuannya.

Misalnya walau sudah rajin menyikat gigi, tetap saja ada gangguan gusi, gigi berlubang, dan permasalahan gigi lainnya. Kenapa hal itu terjadi? Ini mugkin akibat kesalahan saat menyikat gigi.

Ada beberapa kesalahan yang mungkin terjadi saat menyikat gigi. Ketahuilah kesalahan-kesalahan itu untuk menghindari gangguan mulut karena melakukannya.

5 Kesalahan Menggosok Gigi

1. Menggunakan sikat gigi yang salah
Pemilihan sikat gigi adalah yang hal yang penting. Sikat gigi yang digunakan haruslah membuat nyaman dan tidak menyakiti mulut. Lembaga kesehatan gigi di Inggris mengungkapkan, sikat gigi yang baik digunakan adalah yang ukurannya kecil atau sedang. Sikat gigi juga perlu nyaman digenggam.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan dari sikat gigi adalah bulu sikat. Pastikan bulu sikat cukup kokoh untuk membersihkan gigi namun tidak terlalu keras karena bisa merusak gigi. Karena itu, pilihlah bulu sikat yang lembut hingga medium, panjangnya bervariasi, dan dengan susunan memutar.

2. Kebiasaan menyikat gigi yang salah
Dokter menyarankan untuk menyikat gigi dua kali sehari. Namun bila ingin menjaga gigi tetap bersih, maka mulut pun harus dicuci setiap habis mengonsumsi makanan atau minuman manis. Namun ingat pula untuk tidak menyikat gigi secara berlebihan, lebih dari tiga atau empat kali sehari. Ini karena hal itu bisa merusak gusi. Karena itu, cukuplah menyikat gigi dua hingga tiga kali sehari selama dua hingga tiga menit setiap hari.

3. Tidak menyikat permukaan bagian dalam gigi
Banyak orang lalai menyikat permukaan bagian dalam gigi. Padahal plak yang menumpuk di bagian tersebut sama saja dengan yang menumpuk di permukaan luar. Dengan kata lain, plak juga akan merusak gigi dari permukaan bagian dalam gigi pula.

4. Tidak menjaga kebersihan sikat gigi
Ketika menyimpannya di kamar mandi, sikat gigi terpapar kelembaban dan lingkungan yang penuh bakteri. Maka para pakar menyarankan untuk tidak meletakkan sikat gigi di dalam kamar mandi. Sebaliknya, sikat gigi perlu diletakkan di tempat yang kering dan bersih. Bila akan membungkus kepala sikat gigi dengan tutup maka pastikan sikat gigi kering terlebih dahulu.

5. Tidak mengganti sikat gigi
Asosiasi gigi AS merekomendasikan untuk mengganti sikat gigi setiap tiga hingga empat bulan, meskipun tampilan sikat gigi masih baik. Sikat gigi juga perlu diganti bila kondisi bulu sikat sudah rusak.

sumber:
health.kompas.com

Rabu, 23 Juli 2014

4 Cara Mencegah Lapar

Stres adalah pemicu utama rasa lapar.

Ketika kita sedang stres, hormon tertentu akan meningkat sehingga kita cenderung mencari sesuatu yang membuat nyaman. Makanan yang mengandung lemak atau gula biasanya adalah sesuatu yang bisa menimbulkan rasa nyaman. Kondisi ini akan terus berulang jika kita tak bisa mengendalikan stres.

Maksud hati membatasi kalori, apa daya perut terus menerus keroncongan. Perut yang cepat lapar kembali walau sudah diisi memang menjadi keluhan banyak orang. Jika diabaikan, kondisi ini bisa membuat kita sulit berkonsentrasi. Tapi jika dituruti, bisa-bisa jarum timbangan terus bertambah.


Ada berbagai cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah perut tak mudah lapar.

4 Cara Mencegah Lapar

1. Olahraga
Cukup banyak orang yang justru makan lebih banyak setelah berolahraga. Malah, jumlah kalori yang masuk lebih besar dari yang baru dibakar. Sebenarnya lingkaran ini bisa diputus dengan melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan atau menganggap kegiatan olahraga sebagai sesuatu yang fun.

Cukup banyak aktivitas fisik yang sebenarnya membakar kalori tapi tak terasa "berat" seperti olahraga, misalnya saja menari, berjalan kaki, naik sepeda, berenang, dan masih banyak lagi. Walau kalori yang dibakar tak sebanyak jika Anda berolahraga di gym, tapi jika dilakukan rutin setiap hari tentu hasilnya tak akan mengecewakan.

2. Cukup tidur
Kurang tidur bukan hanya membuat nafsu makan meningkat, tapi juga membuat kita lebih tertarik pada makanan junk food. Penelitian juga menunjukkan, kurang tidur akan membuat kita makan lebih banyak, terutama karbohidrat dan lemak. Jadi, tak ada lagi alasan untuk tak memprioritaskan waktu tidur.

3. Minum air putih
Mengonsumsi cukup air putih telah terbukti bisa menekan nafsu makan. Sebuah studi menunjukkan, orang yang minum 7 gelas perhari mengonsumsi 200 kalori lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang minum air putih satu gelas. Minum segelas air putih sebelum makan juga bisa menjadi trik untuk membuat perut terasa lebih kenyang sehingga asupan makanan berkurang.

4. Makan tepat waktu
Tubuh kita menyukai konsistensi, termasuk makan secara tepat waktu. Cobalah sarapan paling tidak satu jam setelah bangun tidur dan ambil jeda 3-4 jam sebelum makan siang. Makan sesuai waktu makan akan mengurangi keinginan untuk ngemil. Selain itu, perhatikan pula jenis makanan. Selalu konsumsi protein tanpa lemak, lemak nabati (seperti alpukat), dan sedikit porsi pati sehat. Pola makan ini akan membuat tubuh selalu berenergi.

sumber:
health.kompas.com