lazada

Jumat, 24 Oktober 2014

5 Organ yang akan Rapuh kalau Gemuk

Orang dengan obesitas juga cenderung untuk mengalami sleep apnea atau henti napas saat tidur.

Bila tidak segera ditangani, maka henti napas akan mengurangi kadar oksigen yang masuk ke dalam tubuh, hingga mengakibatkan pengentalan darah yang berakibat fatal.

Mungkin kita tidak bisa melihat secara kasat mata efek obesitas pada organ, namun nyatanya obesitas memang dapat mempengaruhi kesehatan.

Biokimia dalam tubuh sangatlah kompleks, menghubungkan banyak organ di seluruh tubuh. Tak hanya itu, biokimia tubuh juga berperan untuk menghubungkan organ dengan kesehatan fisik dan mental.

Begitu pula dengan obesitas, pasti akan berdampak pada organ-organ di dalam tubuh. Berikut lima organ yang paling dirusak oleh kondisi obesitas.

5 Organ yang akan Rapuh kalau Gemuk:

1. Usus besar
Peneliti belum pernah menemukan hubungan antara obesitas dengan kanker yang begitu kuat, kecuali untuk risiko kanker usus besar atau kolon. Pada pria maupun wanita yang tergolong obesitas, risiko kanker kolon meningkat. Ini terjadi karena pola makan tinggi daging merah dan daging olahan, kedua makanan itu merupakan faktor utama terjadinya polip kolon, tanda awal potensial kanker kolon.

2. Jantung
Sel lemak di dalam tubuh membutuhkan oksigen untuk tetap hidup. Itu artinya jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke lebih banyak pembuluh darah. Ditambah lagi, semakin banyak lemak yang terakumulasi pada dinding arteri, maka semakin sempit ruang darah bergerak di dalamnya dan jantung pun harus bekerja lebih keras.



3. Otak
Hubungan antara tubuh dan pikiran sudah lama diketahui dan kini semakin jelas. Sebuah studi menemukan, fungsi kognitif menunjukkan hubungan dengan obesitas. Menurut studi tersebut obesitas dapat berisiko penurunan fungsi kognitif secara dini.

Salah satu hipotesis yang menjelaskan ini adalah obesitas mempengaruhi kerusakan area putih pada otak yang memberikan sinyal pada organ tubuh. John Gunstad, profesor di Kent State University mengatakan, rusaknya hubungan ini tidak sekasar putusnya "kabel" saraf, tetapi obesitas membuat kemampuan penghantaran sinyal ini melemah secara keseluruhan.

4. Kulit
Gangguan obesitas terhadap kulit, misalnya munculnya stretch mark, seringkali dianggap remeh. Padahal ganguan kulit yang terjadi mungkin akan lebih banyak dan berbahaya. Beberapa di antaranya adalah perubahan hormon terkait obesitas dapat menyebabkan acanthosis nigricans, penebalan dan menggelapnya warna kulit terutama di sekitar leher, atau pembengkakan dan tertariknya kulit yang menyebabkan ruam dan iritasi yang disebut dengan stasis dermatitis.

Menjaga kesehatan kulit bukan hanya urusan kecantikan, karena permukaan kulit merupakan pelindung utama dari tubuh. Tertariknya kulit karena obesitas dapat berdampak serius bagi kesehatan.

5. Paru-paru
Organ ini ternyata juga menerima risiko yang tinggi akibat lemak berlebihan di dalam tubuh. Sebuah studi tahun 2010 menunjukkan, banyaknya jumlah sel lemak di dalam tubuh mengurangi kepasitas organ secara keseluruhan untuk memperoleh udara.

sumber: health.kompas.com

Kamis, 23 Oktober 2014

7 Cara Merawat Gigi Palsu

Walau kini gigi palsu lepasan mudah didapat dan harganya terjangkau, tapi banyak orang yang pengetahuannya tentang cara perawatan gigi palsu yang benar masih minim.

Padahal, pemakaian gigi palsu yang tidak diimbangi dengan perawatan yang benar bisa berisiko buruk bagi kesehatan mulut.

Dalam talkshow mengenai gigi palsu yang diadakan oleh Polident bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia dan Yayasan Sahabat Veteran Indonesia, Drg. Susi R. Puspitadewi, Sp. Pros mengungkapkan cara merawat gigi palsu.

7 Cara Merawat Gigi Palsu :


1. Jangan disikat dengan pasta gigi

Jangan samakan gigi palsu dengan gigi biasa. Gigi palsu tidak boleh dibersihkan dengan menggunakan pasta gigi sebab kandungan dalam pasta gigi juga berbeda. Hindari sikat gigi yang kasar karena bisa menyebabkan keausan karena gigi palsu 10 kali lebih lembut dibanding gigi asli.

2. Lepaskan dan bersihkan gigi setelah makan

Setelah selesai makan, hendaknya gigi palsu harus dilepaskan dan dibersihkan dengan pembersih khusus. Cara pembersihannya bisa dengan direndam dengan air yang hangat dan dilarutkan bersama pembersih khusus yang bisa dibeli di apotek tersebut.

3. Lepaskan gigi palsu setidaknya 6 jam sehari

Menggunakan gigi palsu sebaiknya jangan terlalu lama. Mulut juga butuh waktu untuk bernafas tanpa gigi lepasan. Setidaknya lepaskan gigi palsu sekitar 6 jam per hari.



4. Jagalah gigi palsu tetap higienis

Segera bersihkan gigi palsu secara rutin jika dilepas dan ingin dipasang kembali untuk menghindari kuman dan bakteri menempel di gigi palsu tersebut. Menjaga gigi selalu higienis sangat baik untuk kebersihan serta kesehatan mulut dan gusi.

5. Rendam gigi palsu semalaman

Saat malam, sebaiknya lepaskan gigi palsu dan rendam dengan air hangat-hangat kuku untuk menjaga agar gigi palsu tidak kering dan keriput. Tambahkan pula dengan pembersih khusus yang dilarutkan ke dalam air rendaman. Tunggu hingga pagi dan dibersihkan kembali jika ingin dipakai.

6. Hindari makanan keras dan terlalu asam

Sama seperti gigi biasa, gigi palsu juga sebaiknya jangan digunakan untuk mengunyah makanan keras. Jangan mengunyah makanan hanya pada satu sisi, gunakan dua sisi pada mulut agar tekanan kunyah merata. Hindari makanan yang terlalu asam karena bisa menyebabkan abrasi pada gigi.

7. Cek ke dokter gigi secara rutin

Untuk menghindari hal-hal yang lebih buruk, rutinlah mengecek kesehatan mulut dan gusi ke dokter gigi. Jika pemakaian gigi palsu menyebabkan gusi bengkak dan memerah, maka hindari dulu penggunaannya. Gigi palsu bisa diperiksa secara rutin setiap 6 minggu sekali. Perawatan gigi palsu yang baik dan benar dapat bertahan hingga 5 tahun.

sumber: kompas.com

5 Penyebab Kegemukan

Secara ilmiah, kegemukan terjadi jika asupan kalori lebih banyak dari yang bisa dibakar tubuh. Namun, lebih dari itu, para ahli menyebutkan ada beberapa faktor utama penyebab obesitas.

5 Penyebab Kegemukan


1. Gula
Ada yang kurang dari teori "kalori masuk dan kalori keluar", demikian menurut Gary Taubes, seorang jurnalis sains. Menurut dia, obesitas terjadi karena pola makan kita lebih banyak karbohidrat.

2. Ketidakseimbangan kalori
Menurut Dr George Bray, pakar ternama bidang obesitas, tak ada alasan tersembunyi dari obesitas. Banyak orang makan secara berlebihan karena rasanya lezat.


Bray merupakan pakar yang memperkenalkan teori "kalori masuk, kalori keluar". Kondisi tersebut tentu akan membuat berat badan bertambah. Selain dari makanan, menurut dia, kalori dari minuman lebih berbahaya karena mengandung fruktosa atau gula buah karena tubuh dengan mudah mengubahnya menjadi lemak.

Kalori cair juga berdampak lebih buruk dibanding makanan padat karena masuk dengan gampang ke dalam perut. Akumulasi kalori yang tidak terbakar ini akan menjadi lemak sehingga Anda dengan mudah menjadi gemuk meski sudah pantang berbagai makanan.

Mengonsumsi terlalu banyak gula akan memicu hormon insulin yang akan memicu rasa lapar dan kalori tersebut akan disimpan sebagai lemak.

3. Produksi makanan berlebihan
Dibandingkan dengan era tahun 1970-an, saat ini kita dengan mudah mendapatkan makanan. Dalam penelitian yang dilakukan di AS diketahui, saat ini makanan yang diproduksi untuk setiap orang mengandung 750 kalori lebih banyak. Mereka yang kegemukan adalah yang mengonsumsi kalori berlebih ini.

4. Makanan sebabkan kecanduan
Menurut teori Dr David Kessler, dokter dan mantan komisioner FDA, ada alasan mengapa orang makan terlalu banyak. Salah satu risetnya adalah mengumpulkan bungkus makanan yang dibuang di sebuah lapangan parkir Cile.



Ia meyakini bahwa industri makanan menciptakan makanan yang sangat kaya rasa sehingga "membajak" bagian otak kita yang mengatakan makanan itu enak. Kemudian membuat kita mau lagi dan lagi sehingga akhirnya kita makan terlalu banyak.

5. Racun
Bruce Blumberg, pakar biologi sedang meneliti obesogen. Zat ini hadir dalam makanan, bungkus makanan dan minuman, perlengkapan mandi, furnitur, cat, dan ratusan perabot rumah tangga yang memengaruhi hormon tubuh kita dan meningkatkan berat badan.

Blumberg sendiri belum tahu seberapa besar pengaruh obesogen terhadap obesitas. Namun, studi terdahulunya menunjukkan bahwa toksin juga berperan dalam menyebabkan obesitas. Blumberg mendapati bahwa tikus yang diberikan tributilin (TBT) menggemuk setelah makan makanan tanpa TBT atau zat yang terdapat dalam vinyl, cat, popok, serta bulir kayu.

Memang belum ada penelitian manusia terhadap TBT, tetapi ada dua obat diabetes yang bersifat sama seperti TBT. Kedua obat ini mengandung gen untuk menyimpan lemak dan menyebabkan kenaikan berat badan.

Bukan hanya TBT, zat kimia dalam parfum, pelembab, beberapa peralatan mandi, teflon, popcorn instan, dan yang paling jahat bisfenol-A (BPA) juga ambil bagian.

sumber: kompas.com

Rabu, 22 Oktober 2014

4 Penyebab Susah BAB

Susah BAB atau sulit buang air besar atau sembelit seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman. Biasanya kalau sudah berumur 30 tahun ke atas akan berbeda usia bawah 30 tahun.

Banyak dari kita yang pernah mengalami sembelit namun tanpa tahu penyebab sebenarnya. Ada beberapa pemicu yang menyebabkan Anda susah buang air besar.

Secara umum, penyebab sembelit adalah kurangnya konsumsi air dan serat. Jadi, jika Anda termasuk orang yang gemar makan daging-dagingan namun jarang makan buah dan sayur, maka Anda rentan menghadapi masalah sembelit.

Selain itu, ada beberapa penyebab lainnya mengapa Anda susah buang air besar, seperti yang tertulis di bawah ini.

4 Penyebab Susah BAB


1. Kurang minum air dan konsumsi serat

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa penyebab susah buang air besar umumnya adalah kurang minum air dan jarang mengkonsumsi makanan yang mengandung serat. Sinyal untuk buang air besar biasanya ditandai rasa mulas saat perut terasa penuh. Perasaan penuh di perut ini bisa diperoleh dari makanan berserat seperti buah dan sayuran.



2. Traveling

Saat Anda hendak melakukan perjalanan ke suatu tempat, hal terakhir yang Anda pikirkan adalah tentang berapa banyak perubahan diet dapat mendatangkan malapetaka pada sistem pencernaan Anda.

Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya Anda mendapatkan cukup serat seperti yang terdapat pada sereal dan buah.

3. Stres

Faktor psikologis dapat mempengaruhi kinerja sistem darah secara keseluruhan. Contohnya pada orang yang sedang dilanda stres saraf-saraf pencernaannya dapat terganggu dan menyebabkan gerak peristaltik usus tidak bekerja dengan normal. Hal ini akan mengakibatkan susah buang air besar. Sembelit akibat stres tidak perlu ditangani dengan bantuan obat cukup dengan menghindari stres.

4. Kehamilan

Kehamilan bisa menyebabkan tekanan pada usus, selain itu perubahan hormon dan diet ditambah stres juga merupakan bisa menyebabkan BAB.

sumber: jpnn.com
editor: obat sakit

Label

Entri Populer Mingguan