Rabu, 20 Agustus 2014

Obat HIV/AIDS untuk Indonesia

Obat ARV dinyatakan sebagai obat untuk terapi HIV/AIDS sejak tahun 1996.

Manfaat obat tersebut sudah terbukti menurunkan angka kematian berkaitan dengan infeksi HIV, menurunkan angka perawatan di rumah sakit, menekan jumlah virus HIV dalam darah, dan memulihkan kekebalan tubuh yang turun. Mereka yang minum obat ARV secara teratur juga lebih rendah risikonya menularkan penyakit ini kepada orang lain.

Sejak tahun 2006 Pemerintah Indonesia menyediakan obat ARV secara cuma-cuma atau subsidi. Pada akhir tahun 2003, menteri kesehatan pada waktu itu mengusulkan agar pemerintah membuat obat generik ARV untuk kepentingan rakyat Indonesia.
Orang dengan HIV/AIDS atau ODHA menyambut gembira obat antiretroviral jenis Efavirenz yang diproduksi oleh PT.Kimia Farma. Kehadiran obat ini diharapkan bisa memutus ketergantungan obat ARV yang selama ini diimpor.

Obat efavirenz tersebut juga sudah mulai didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit. “Kami mendapat laporan monitoring ARV kemarin yang mengatakan ARV jenis Efavirenz sudah ada di RS Fatmawati,” kata Irwandy Widjaja dari Indonesia AIDS Coalition dalam siaran persnya.

Ia menambahkan. “Ini merupakan kabar gembira bagi ODHA di Indonesia karena dengan ARV produksi lokal, kita bisa memutus mata rantai ketergantungan obat ARV dari luar negeri. Dan persoalan seperti ARV tertahan di Bea Cukai bisa kita hindari kedepannya”.

Obat Efavirenz ini adalah obat ARV jenis keempat yang bisa diproduksi oleh Kimia Farma. Dua lainnya adalah jenis lamivudine, zidovudine dan nevirapine. Untuk jenis lainnya dan juga obat ARV golongan lini 2 masih import.

Selama ini, mayoritas obat ARV yang dibutuhkan ODHA di Indonesia adalah obat import dari India. Kerap kali dalam proses pembelian obat import ini mengalami keterlambatan yang menyebabkan obat terlambat didistribusikan di rumah sakit.

Irwandy mengatakan, yang masih menjadi PR sekarang adalah bagaimana menurunkan harga obat produksi lokal karena saat ini obat produksi lokal harganya masih 3-4 kali lebih tinggi dari obat generik impor.

sumber:
kompas.com
editor: Obat sakit blog.

Selasa, 19 Agustus 2014

Agar Payudara Besar dan Montok

Pada masa pubertas, perkembangan payudara dibagi dalam 2 fase yakni fase estrogen dan fase progesteron.

Fase estrogen tentunya didominasi oleh kerja hormon estrogen, dimulai sekitar 2 tahun sebelum menstruasi. Estrogen akan merangsang seluruh bagian payudara untuk tumbuh, mulai dari kelenjar susu, saluran air susu, jaringan konektif dan jaringan lemak.

Sedangkan fase progesteron merupakan fase akhir perkembangan payudara dengan membentuk tahap akhir dari kelenjar susu. Fase ini terjadi setelah seseorang memasuki masa menstruasi. Progesteron juga akan bekerjasama dengan estrogen menyempurnakan perkembangan payudara yang sudah terbentuk.
Banyak wanita yang mendambakan payudaranya berkembang dengan sempurna sehingga tampak berisi dan besar. Perkembangan payudara seseorang dipengaruhi oleh banyak hal seperti faktor keturunan dan hormonal.

Keseluruhan proses perkembangan payudara berlangsung sekitar 4 tahun dan sudah sempurna sebelum usia 16 tahun. Jika melihat usia ananda Dian berarti fase pertumbuhan payudara sudah masuk pada tahap sempurna.



Berat badan
Seperti diketahui bahwa jaringan payudara terdiri dari cukup banyak jaringan lemak. Jika seseorang memiliki kondisi berat badan kurang tentunya akan membuat payudara menjadi lebih kecil karena jumlah jaringan lemak yang terbentuk juga tidak banyak.

Dari data yang ananda berikan memang IMT (indeks masa tubuh) ananda sekitar 16.8 kg/m2 yang masuk dalam kategori BB kurang. Dengan meningkatkan BB menjadi BB ideal tentunya akan menambah masa lemak payudara juga. Nah, untuk itu ananda dapat mulai mengkonsumsi makanan dengan gizi lengkap dan seimbang dalam jumlah 1800 kkal, protein 68g, lemak 50g dengan contoh menu sbb :

- Sarapan : susu 1 gelas (200 ml ) + roti isi 1 potong
- Snack pagi : bubur kacang hijau 1 gelas
- Makan siang : nasi 150 g + tim kakap jamur hiokio 100 g + pepes kacang merah 50g + gulai daun singkong 60g
- Snack sore : buah apel 100 g + biscuit 2 keping
- Makan malam : nasi 200 g + daging bumbu tomat 50g + tempe bumbu kari 50g + cah kembang kol jamur wortel 100g
- Snack malam : susu 1 gelas + roti panggang 1 lembar

Diet
Ada beberapa jenis bahan makanan yang cukup baik membantu perkembangan payudara antara lain :
- Sumber protein seperti ikan, daging rendah lemak, susu, telur, kedelai, tahu, tempe, kacang edamame, susu kacang, dll
- Sumber lemak/minyak yang baik seperti omega 3, 6 dan 9 dalam jumlah yang tepat

Olahraga
Ditujukan untuk memperkuat otot dinding dada, sehingga cukup membantu membuat ukuran payudara tampak lebih besar. Contoh berenang, latihan beban pada otot dada, dll

Jika dilihat dari faktor yang sudah diuraikan di atas, sepertinya yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan memperbaiki diet dan pola makan agar BB dapat mencapai ideal juga olahraga untuk memperkuat otot dada. Demikianlah beberapa saran yang dapat saya berikan semoga bermanfaat.

sumber:
kompas.com
Editor: admin obat sakit.

Label