Setiap penyakit ada obatnya, apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, maka sembuhlah si penderita dengan izin Allah Azza Wa Jalla



Tuesday, January 27, 2015

5 Trik Merawat Kulit Anak di Musim Hujan

Pada saat musim hujan, kerapkali anak suka bermain hujan dan di genangan air. Padahal sebenarnya genangan air dapat menjadi perantara bakteri dan kuman. Dan yang paling bersentuhan adalah kulit. Karena itu, di musim penghujan seperti ini, kesehatan kulit anak harus lebih diperhatikan.

Walaupun memang menyenankan bermain hujan, namun air yang tidak bersih malah dapat menjadi sumber penyakit. Sebenarnya air hujannya sendiri sih bersih bahkan bisa dibuat mandi, namun ketika air hujan sudah berada dalam genangan air dan bercampur dengan kotoran, itulah yang harus diwaspadai.


Yang paling sering diderita anak pada musim penghujan adalah water borne disease atau penyakit bawaan air. Infeksi, terutama pada kulit yang langsung berkenaan dengan air, bisa dikarenakan virus, jamur, parasit, dan bakteri yang ditularkan oleh air.

Oleh karena itu, agar anak tidak rentan terkena penyakit kulit di musim hujan, ada bebepa trik untuk merawat kulit anak di musim hujan.





5 Trik Merawat Kulit Anak di Musim Hujan


1. Mandi air hangat.

Untuk menghindarkan kulit anak dari alergi dingin, tak ada salahnya ketika mandi air yng digunakan adalah air hangat. Karena paparan udara dingin yang berlebihan juga tak baik buat anak. Selain itu, kipas angin dan AC ruangan yang terlalu dingin di musim hujan juga tak baik bagi si kecil.

2. Sabun tepat.

Untuk buah hati Anda, pilihlah sabun yang tepat. Maksudnya adalah kalau memang masih bayi, gunakan sabun bayi. Sabun tak hanya membersihkan, namun juga membantu mengatur ph balance sesuai ph kulit.



3. Rajin mengganti pakauan.

Agar kuman di pakaian yang kotor tidak membuat kulit tubuh anak terinfeksi, Anda harus rajin mengganti pakaian anak. Karena kita tidak tahu apakah si kecil habis bermain hujan di sekolahnya atau tidak.

4. Biasakan cuci kaki dan tangan.

Sehabis dari luar, biasakan anak untuk mencuci kaki dan tangannya. Selain membersihkan dari bakteri, Anda juga tak perlu khawatir jika ada bakteri atau kuman yang terbawa masuk ke rumah.

5. Hati-hati saat berteduh.

Yang terakhir, berhati-hatilah saat Anda dan si kecil berteduh di bawah pohon. Karena air hujan yang turun dari pohon bisa jadi sudah bercampur dengan getah atau ulat yang dapat menyebabkan infeksi kulit.

Monday, January 26, 2015

Lima Cara Alami Mencegah Serangan Jantung

Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi manusia, karena jantung diperlukan untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Oleh karena itu jantung perlu dijaga agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, dan salah satunya adalah dengan menghindari faktor resikonya.


Bagi yang belum membaca artikel kemarin tentang "Pertolongan Pertama Ketika Mengalami Serangan Jantung", silahkan dibaca juga, siapa tahu Anda akan mengalaminya sendiri, mungkin sanak saudara ada yang terkena serangan jantung, bisa membantunya dengan cara yang tepat dan akurat.

Ada Dua Faktor Resiko

Menurut Dr Muhammad Aminudin SpJP, dokter spesialis Jantung RSU Dr Soetomo Surabaya, penyakit jantung pad umumnya memiliki 2 faktor resiko, yaitu faktor yang tidak bisa dirubah dan faktor yang bisa dirubah.

1. Faktor yang tidak bisa dirubah meliputi:
  • Faktor seks.
  • Usia.
  • Riwayat hidup.
  • Keturunan.



2. Faktor yang bisa dirubah meliputi:
  • Kadar kolesterol tinggi.
  • Diabetes tinggi.
  • Hipertensi.
  • Merokok.
  • Kurang olahraga.
  • Stres.
Penyakit jantung dapat dihindari dengan memperkuat kesadaran untuk hidup lebih sehat. Dengan begitu, faktor resiko yang bisa dirubah bisa dikendalikan.

Tanda-tanda Terjadi Serangan Jantung

Serangan jantung ditandai dengan berbagai hal, diantaranya yaitu rasa nyeri pada dada sebelah kiri seperti ditekan, diremas dan terbakar. Selain itu, juga ditandai dengan rasa lemah, bengkak kaki, tangan dingin, gelisah dan juga terkadang ada yang dibarengi dengan sesak nafas.

Penyakit jantung dapat dihindari dengan memperkuat kesadaran untuk hidup lebih sehat. Dengan begitu, faktor resiko yang bisa dirubah bisa dikendalikan. Meskipun lengkah ini tidak menjamin 100% untuk terhindar dari penyakit jantung, terutama pada orang-orang yang sudah memiliki keturunan penyakit jantung.

Namun, langkah ini bisa menjadi salah satu upaya bagi Anda yang tidak mempunyai keturunan penyakit jantung, agar tidak terserang penyakit jantung.




5 Cara Alami Mencegah Serangan Jantung

1. Jaga Pola Makan.

Salah satu faktor resiko terjadinya serang jantung adalah kolesterol tinggi. Untuk menghindari keadaan tersebut, Anda bisa mencegahnya dengan menjaga pola makan. Hindarilah makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi.

Selain itu, karena diabetes juga merupakan faktor resiko terjadinya serangan jantung, maka Anda bisa menghindari makanan dengan kandungan gula tinggi.

2. Berhenti Merokok.

Kiat kedua adalah dengan berhenti merokok karena mengisap rokok sangat tidak baik untuk kesehatan jantung, maka segera hentikan kebiasaan ini agar jantung tetap sehat.

Pada saat dihisap, bahan-bahan beracun dan karsinogen mengalir masuk ke dalam tubuh dan mempengaruhi tekanan darah, detak jantung, hingga kesehatan organ dan imun. Bahaya merokok ini juga bisa berefek pada penyerap asap rokok atau yang lebih dikenal dengan perokok pasif.

3. Hindari Stres.

Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon cortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh saat menderita stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. Maka, sangat baik bila Anda menghindari stres baik di kantor ataupun di rumah.

4. Hipertensi.

Problem hipertensi atau tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan penyakit jantung karena hipertensi dapat melukai dinding arteri dan menurunkan fungsi dinding pembuluh darah sehingga mempermudah kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak.

5. Olahraga Secara Teratur.

Sebagai pelengkap dari semua pola hidup adalah dengan melakukan olahraga secara teratur. Anda dapat melakukan kegiatan olahraga seperti berjalan kaki, jalan cepat ataupun jogging, olahraga ini bisa disesuaikan dengan kemampuan Anda. Kegiatan olahraga yang bukan bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan, dapat menguatkan keja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.

Sunday, January 25, 2015

Pertolongan Pertama Ketika Mengalami Serangan Jantung

Satu-satunya penyebab sudden death atau kematian mendadak adalah kelainan pada jantung, dan salah satunya adalah serangan jantung koroner. Oleh karena itu, kenali langkah pertama untuk menolong jantung Anda agar bisa mencegah akibat yang lebih buruk.

Penyakit jantung adalah suatu penyakit ganas dan penyakit pembunuh yang paling wahid di dunia. Salah satu penyakit yang sering dialami adalah jantung koroner, yang lebih dikenal dengan gejala penyempitan pembuluh darah jantung.


Menurut dr Siska Dyah Handari SpJP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Premier Surabaya, Jawa Timur, jantung koroner ini disebabkan karena adanya penumpukan lemak di pembuluh darah jantung.

Jadi, bagi orang-orang yang terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak, maka bisa jadi lemak dalam darah membawanya sampai ke pembuluh jantung dan menempel di dinding pembuluh darah, mengendap, dan mengerak yang pada akhirnya membuat pembuluh darah jadi lebih sempit.

Untuk penderita jantung, memang dianjurkan untuk menjalani healthy life, yaitu:
  • - Menjaga asupan kadar lemak.
  • - Banyak mengkonsumsi serat.
  • - Olahraga rutin 3x seminggu, minimal 30 menit.


Namun untuk yang sudah memasuki fase lanjut pada penyakit jantung, disarankan untuk tidak melakukan olahraga yang tidak bersifat kompetitif seperti sepak bola, tenis, bulu tangkis atau basket karena olahraga tipe ini banyak menguras tenaga maupun emosi. Yang baik adalah dengan beolahraga yang non kompetitif seperti jogging, swimming atau jalan cepat.



Dipicu oleh 4E

Biasanya gejala dari penyakit ini tidak terlihat, namun ketika sudah masuk pada fase lanjut, baru terdeteksi. Jika sudah masuk pada fase lanjut, maka yang harus diwaspadai adalah serangan jantung. Bagi penderita jantung koroner harus menjaga untuk tidak mengalami eE dibawah ini.

Baca juga: Lima Cara Alami Mencegah Serangan Jantung

Serangan jantung itu dipicu oleh 4E, yaitu:
  • 1. Exercise atau olahraga yang terlalu berlebihan.
  • 2. Eat atau makan yang berlebihan.
  • 3. Emotion atau emosi yang juga berlebihan.
  • 4. Exposure of cold atau paparan hawa dingin yang berlebihan.
"Ketika Anda mengalami serangan jantung, bersikaplah tenang. Karena kepanikan hanya akan meningkatkan kerja jantung dan memperburuk keadaan."

Gejala Khas Serangan Jantung

Gejala dari serangan jantung ini biasanya diawali dengan nyeri pada bagian sebelah kiri. Nyeri di dada sebelah kiri seperti ditindih benda berat, seperti dicengkeram. Nyeri di dada ini juga akan menjalar sampai ke lengan kiri, tembus ke punggung belakang. Biasanya disertai dengan sesak nafas dan tercekik dan keringat dingin.


Itu adalah gejala khas yang sering nampak, namun ada juga gejala yang tidak khas, seperti pada penderita jantung koroner yang juga menderita kencing manis. Karena pada penderita diabetes saraf nyerinya sudah tumpul, maka gejala yang muncul biasanya hanya sesak nafas.

Pertolongan Pertama

Lalu bagaimana pertolongan pertama ketika mengalami serangan jantung? Biasanya seseorang yang sudah mempunyai riwayat jantung, dokter akan memberikan pasien obat golongan nitrad yang harus dikonsumsi saat "Heart Attack" untuk melebarkan pembuluh darah si penderita.




Namun, bagaimana jika Anda tidak mempunyai obat tersebut?
  • 1. Sangat disarankan sekali Anda bersikap tenangm karena kepanikan hanya akan meningkatkan kerja jantung dan memperburuk keadaan.
  • 2. Menurut guideline dari ACLS (Advance Cardiac Life Suppport), memprioritaskan pijat jantung daripada nafas buatan.
  • 3. Obat pereda rasa nyeri bisa diminum saat terjadi serangan.
  • 4. Yang kedua, tentu harus dibawa ke rumah sakit terdekat.

Pijat jantung yang dimaksud adalah pijat yang berkualitas, yaitu dengan kecepatan 100 kali per menit dengan kedalaman 4 cm pada dada sebelah kiri di lokasi jantung. Selain itu, dr Saskia menyarankan untuk melakukan langkah preventif yaitu dengan menghitung faktor resiko yang kita punya, kira-kira serangan jantung berapa persen, kata kunci "heart risk attack calculator".

Saturday, January 24, 2015

7 Penyakit yang Ditandai Sakit Kepala Pada Anak

Keluhan sakit kepala pada anak memang sulit dikenali, apalagi anak yang balita. Namun bila Anda jeli, ada banyak gejala atau ekspresi anak yang mengungkapkan bahwa mereka sedang mengalami kesakitan. Bila sudah demikian, ketahui penyebab dan solusinya sedini mungkin.

Pusing atau sakit kepala itu bukan hanya dialami oleh orang tua saja, bayi, balita dan anak-anakpun dapat mengalami pusing atau sakit kepala. Masalahnya justru pada sulitnya anak mengungkapkan bagaimana persisnya sakit kepala yang mereka alami.


Menurut dr Hidayat Pusponegoro SpA, dokter spesialis anak di Klinik Anak Bangsa, kebanyakan orang tua kurang jeli, tangisan atau anak rewel diartikan sebagai tanda bayi atau balita lapar, ingin menyusu, mengantuk atau sekedar ingin dipeluk. Padahal jika segera dapat dikenali, sakit kepala pada anak bisa segera diatasi sesuai penyebab atau sumber sakit kepalanya.

Kenali Ekspresi Anak

Ketika balita sudah mulai bicara, orang tua belum tentu dapat menangkap dengan cepat keluhan sakit yang dirasakan anak. Apalagi balita sering keliru mengekspresikan perasaannya, dimana anak kerap kali yang sakit di bagian kepalanya, namun yang dipegang malah perut atau dadanya, sehingga orang tua hanya bisa menebak-nebak.

Ekspresi anak kalau sedang sakit bisa diekspresikan sebagai berikut:
  • - Menangis.
  • - Rewel.
  • - Menunjukkan rasa tak nyaman.
  • - Gelisah.
  • - Tidak semangat bermain.
  • - Sulit tidur.
  • - Dahi berkerut.
  • - Meringis.
  • - Memicingkan mata.
  • - Menopang kepalanya.
  • - Memegang kepala atau dahi.
  • - Menarik-narik rambutnya.




Penyebab dan Solusi

Perlu diketahui, bahwa sakit kepala yang dirasakan oleh si kecil ini ternyata juga dapat disebabkan oleh gangguan kesehatan lainnya. Sehingga tiap kali pusing yang dirasakan, berbeda penanganannya.
Berikut ini beberapa penyebab pusing pada si kecil.


Penyakit-penyakit yang Ditandai Sakit Kepala ini bisa terjadi pada orang dewasa juga, bukan hanya anak-anak saja.

1. Influenza.

Gejala khas :
pilek, demam.

Solusi :

Beri paracetamol sesuai usianya (dosis tertera pada kemasan atau konsultasi ke dokter). Zat aktif ini akan membantu mengurangi pusing atau gejala sakit kepala serta menurunkan demam atau temperatur tubuh yang tinggi. Tetap beri makanan dan minuman dalam jumlah cukup dan bergizi. Usahakan agar anak bisa beristirahat dengan nyaman dan cukup.

2. Infeksi Telinga.

Gejala khas :

Anak menarik-narik telinga atau mengatakan telinganya sakit, keluar cairan dari telinga, demam, nyeri telinga, pendengaran berkurang, kadang panas, rewel atau muntah.



3. Sakit Gigi.

Gejala khas :

Anak memasukkan tangannya ke mulut, memgang pipi, tidak mau makan atau sulit mengunyah, pipi bengkak, mungkin ada demam.

4. Sinusitis.

Gejala khas.
Anak menggosok-gosok hidung atau mengeluh hidungnya sakit, demam, flu berat dan berulang-ulang, bengkak, nyeri di bawah mata.

5. Gangguan Mata.

Gejala khas :

Anak mengalami gangguan penglihatan, kurang jelas melihat (indikasinya, saat melihat mata dipicingkan, kepala dijulurkan atau menonton TV terlalu dekat). Kemungkinan juga mengalami rasa tidak nyaman di mata, misalnya kering atau perih. Sakit kepala biasanya juga terjadi setelah melakukan sesuatu yang mengandalkan indra penglihatan seperti membaca, menggambar atau menonton televisi.


6. Alergi.

Gejala khas :
Disertai hidung dan mata berair, kerongkongan sakit. Gejala muncul bisa karena makanan tertentu atau hal lain yang menjadi pencetus alergi. Periksa apa yang dimakan atau dilakukan anak beberapa jam sebelumnya.

Solusi :

Pengobatan akergi yang biasa (jika Anda sudah tahu si anak memiliki riwayat alergi). Jika baru pertama kali, segera bawa anak ke dokter.

7. Jatuh atau Terbentur Benda Keras.

Gejala khas :
Anak muntah spontan menyemprot, penurunan kesadaran, gangguan penglihatan, tampak mengantuk (respon lambat meski sudah cukup tidur, sulit dibangunkan). Gejala parah adalah kejang, leher kaku, ada kelemahan anggota gerak sampai koma.

Solusi :
Cermati riwayat jatuh sebelumnya, cek dengan seksama adanya memar, benjolan atau luka berdarah di kepala dan sekitarnya. Apabila anak baru saja jatuh atau terbentur lalu mengalami pusing, muntah atau lemas beberapa jam setelahnya, segera bawa ke dokter.

Sakit kepala itu tidak selalu harus dibawa ke rumah sakit, jia dapat diatasi sendiri di rumah kenapa tidak.

Berita

Guest Book

Blog Archive

Followers

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...