lazada

Jumat, 31 Oktober 2014

5 Penyakit yang Ditandai Dengan Impotensi

Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Mungkin itulah maksud dari postingan kali ini, dimana sudah impotensi eh ternyata adalah awal dari terjadinya lima penyakit di bawah ini.

Disfungsi ereksi alias impotensi merupakan mimpi buruk bagi kaum pria. Walau kondisi ini juga dipengaruhi oleh faktor usia dan psikologis, ternyata penis yang loyo juga merupakan gejala adanya penyakit tersembunyi. Terlebih jika Anda masih masuk usia produktif.

Kabar baiknya, jika Anda masih mengalami ereksi pagi (meski tak sesering dulu), berarti kemungkinan Anda mengalami penyakit ini cukup rendah.

5 Penyakit yang Ditandai Dengan Impotensi


1. Penyakit jantung
Campuran dari stres, diet yang tidak sehat, kurang olahraga, konsumsi alkohol, dan merokok sangat berpotensi menyebabkan kolestrol tinggi dan penyakit jantung. Dua gangguan ini mempersempit pembuluh darah sehingga aliran ke jantung semakin sedikit, termasuk menuju penis. Ereksi yang lemah bisa jadi tanda awal gangguan kolesterol dan penyakit jantung.

"Lebar pembuluh darah di penis itu 1 sampai 2 mm, lebih kecil dibanding pembuluh di jantung yang sekitar 3 sampai 4 mm. Akibatnya, mereka akan lebih cepat menunjukkan tanda-tanda penyempitan," kata Dr. Graham Jackson, ahli kardiologi.

Impotensi rata-rata terjadi tiga tahun sebelum terjadi masalah jantung, terutama bagi pria berusia 40 sampai 50 tahun. "Pria yang menderita disfungsi ereksi (DE) punya risiko 50 kali lebih besar terkena penyakit jantung daripada mereka yang jantungnya sehat," ujarnya.

2. Hipertensi
Diperkirakan satu dari tiga pria tidak tahu bahwa dirinya menderita tekanan darah tinggi. Salah satu tanda penting dari hipertensi adalah impotensi. Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah menjadi lebih sempit dan kaku. Perubahan ini memaksa tekanan darah dalam tubuh untuk meningkat seiring jantung yang harus memompa lebih keras supaya darah dapat mencapai seluruh tubuh. Fenomena ini berpotensi merusak arteri dan mengurangi aliran darah ke penis. Akibatnya, penis pun sulit menjadi keras.




Segera konsultasikan ke dokter untuk memeriksa tekanan darah Anda. Perubahan gaya hidup seperti memperbanyak olahraga dan mengurangi konsumsi garam dapat memperbaiki tekanan darah. Beritahu dokter bila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu dan sudah menderita impotensi. Pasalnya, obat seperti thiazide diuretik dan penghambat beta dapat memperparah impotensi.

3. Diabetes
Penyakit kencing manis yang tidak ditangani dapat menyebabkan impotensi yang permanen! Bila Anda didiagnosis atau sudah pernah menderita diabetes, mulailah menjaga kadar gula darah melalui diet dan konsumsi obat-obatan. Hal ini dapat membantu mencegah impotensi.

"Lebih dari 50 persen penderita diabetes akan mengalami impotensi di satu titik, dan risikonya akan semakin besar seiring bertambah tua," kata Sudhanshu Chitale, ahli urologi.

4. Pembesaran prostat
Masalah prostat sangat umum terjadi karena faktor usia, salah satunya prostatis. Gangguan ini disebabkan karena infeksi bakteri yang membuat kelenjar prostat membesar. Prostat membengkak juga salah satu gangguan yang berhubungan dengan testosteron. Dua gangguan ini dapat menyebabkan rasa sakit, sulit buang air kecil, dan DE sementara.

Prostatis dapat diatasi dengan antibiotik. Biasanya konsumsi selama empat minggu sudah cukup untuk menyembuhkannya. Pembesaran prostat juga bisa diobati. Namun, perawatan untuk kanker prostat bisa memiliki efek samping impotensi.

5. Testosteron rendah
Hormon inilah yang meningkatkan libido dan kemampuan untuk ereksi. Kadarnya akan menurun seiring bertambahnya usia. Pada usia 75 tahun, kadar testosteron seseorang hanyalah setengahnya dibanding saat ia berusia 20 tahun. Tetapi menurut para ahli sangat jarang impotensi yang disebabkan karena rendahnya testosteron.

Segera tes darah untuk mengetahui kadar testosteron. Normalnya, kadar testosteron adalah 12 nanomol per liter. Dikatakan rendah bila angkanya kurang dari 8. Jika kadar testosteron rendah dokter akan memberikan terapi pengganti testosteron.

sumber: kompas

Kamis, 30 Oktober 2014

10 Makanan Pantangan untuk Penderita Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi kini telah menjadi masalah kesehatan di banyak negara.

Peningkatan jumlah orang yang menderita hipertensi di negara-negara berkembang sebagian besar disebabkan kadar garam yang tinggi dalam makanan, obesitas, dan konsumsi alkohol oleh laki-laki.


Hipertensi yang tidak terkontrol merupakan faktor risiko terbesar untuk penyakit jantung dan stroke. Meski begitu, tekanan darah tinggi sebenarnya adalah faktor risiko yang paling dapat dikontrol, antara lain dengan pengaturan pola makan.

Konsumsi yodium yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 2.400 mikogram perhari atau sekitar 1-1,5 sendok garam beryodium.

Berikut adalah jenis-jenis makanan yang sebaiknya dihindari jika Anda menderita hipertensi.

10 Makanan Pantangan untuk Penderita Hipertensi


1. Mi instan
Mi instan kemasan atau dalam gelas, memang menjadi makanan penghilang lapar yang praktis dan rasanya enak. Tetapi satu kemasan mi instan bisa mengandung 14 gram lemak dan lebih dari 1.500 sodium.

2. Daging merah
Pilihlah daging merah dalam porsi kecil, jika memungkinkan tanpa lemak. Makanan berlemak berakibat buruk pada jantung dan pembuluh darah. Hindari pula daging asap (bacon) atau pun sosis karena kandungan sodiumnya cukup tinggi.

3. Alkohol
Sering mengonsumsi alkohol bisa meningkatkan tekanan darah. Alkohol juga akan merusak dinding pembuluh darah sehingga akibatnya sangat buruk.

4. Donat
Makanan "kecil" yang disukai banyak orang ini sebaiknya dihindari oleh penderita hipertensi atau orang yang ingin sehat. Dalam satu buah donat terkandung lebih dari 300 kalori dengan 42 persen lemak dan 54 persen karbohidrat. Donat yang digoreng juga akan membuatnya banyak mengandung lemak trans.

5. Sup kalengan
Rata-rata sup kalengan dan makanan kalengan lainnya ukuran kecil mengandung sekitar 760 mg sodium.




6. Mi bakso.

7. Mi ayam.

8. Roti.

9. Pizza.

10. Keju.

Makanan sehari-hari di atas yang mengandung garam cukup tinggi.

sumber: kompas

5 Akibat Kalau Sering Telat Makan

Ketahuilah bahwa nyeri pada perut dan sering melewatkan waktu makan bisa jadi tanda-tanda bahwa Anda mengalami stress.

Hal ini dikarenakan, saat berhadapan dengan faktor stress secara fisik maupun mental, tubuh akan merespon dengan reaksi perlawanan alami.

Kebiasaan melewatkan sarapan dan telat makan siang terlihat sepele, tapi berdampak pada kesehatan tubuh. Selain penyakit lambung menghantui, kerja organ tubuh lainnya juga ikut terganggu. Berikut ini bahaya jika Anda terlalu sering telat makan.

5 Akibat Kalau Sering Telat Makan


1. Metabolisme Melambat

Metabolisme tubuh selalu berjalan, meski tubuh sedang beristirahat. Tujuannya untuk membakar kalori dan mengubahnya menjadi energi. Tingkat metabolisme tubuh ini ditunjang oleh asupan kalori. Pastikan Anda mengonsumsi kalori dengan jumlah cukup untuk menunjang proses pembakaran energi. Bila telat makan, secara otomatis metabolisme tubuh jadi ikut melambat untuk menyimpan kalori dalam tubuh, agar bisa dibakar dalam waktu yang lama. Dampaknya, lemas dan tak bertenaga, sehingga aktivitas lainpun jadi ikut terganggu.

2. Mudah lelah dan murung

Menurut Evelyn Tribole, penulis buku Eating on the Run, pasokan glukosa pada otak menjadi terganggu dalam waktu 4-6 jam sejak jam makan terakhir. Saat pasokan level glukosa rendah, berarti tubuh jadi kurang efisien untuk menjalankan fungsi normalnya. Ujungnya Anda akan mulai merasa mudah lelah, lesu, dan jadi murung. Karena, gula darah yang rendah mempengaruhi memori, konsentrasi dan juga kinerja mental atau fisik.

3. Kram perut (Irritable Bowel Syndrome)

Makan teratur memiliki banyak manfaat untuk fisik dan juga pencernaan. Tapi, banyak orang kerap menangguhkan waktu makan dan berpikir hal tersebut bisa jadi jalan menurunkan berat badan. Sayangnya, hal ini justru berbahaya. Pasalnya, telat makan bisa menyebabkan Irritable Bowel Syndrome yang mengacu pada kumpulan gejala kronis distress lambung, termasuk kram perut dan nyeri, sembelit atau diare, serta kembung. Penyakit ini bisa disebabkan karena sindrom iritasi pada usus. akibat pola makan yang salah.




4, Tukak lambung atau radang lambung

Selain perut bisa keram, penyakit berbahaya lain yang bisa muncul adalah tukak lambung atau peradangan pada lambung. Dalam kasus ini, lambung terluka atau mengalami iritasi yang ditimbulkan oleh cairan lambung pada mukosa lambung. Gejala yang terjadi, nyeri hingga ke ulu hati setelah makan.

Seperti diungkapkan dalam Journal of the American Medical Association, stress melewatkan waktu makan dan jam tidur yang salah berkontribusi meningkatkan beban asam duodenum atau usus 12 jari, yang menjadi penyebab berkembangnya atau memperburuk gejala penyakit tukak lambung.

5. Tanda stress

Nyeri pada perut dan sering melewatkan waktu makan bisa jadi tanda-tanda bahwa Anda mengalami stress. Hal ini dikarenakan, saat berhadapan dengan faktor stress secara fisik maupun mental, tubuh akan merespon dengan reaksi perlawanan alami.

Seperti diungkapkan oleh Georgetown University Helath Education Services, bahwa bentuk-bentuknya bisa seperti lupa makan, sakit kepala, cemas dan mengalami keram perut.

Jadi, bila Anda sering melupakan waktu makan, bisa jadi pertanda sedang mengalami stress. Untuk itu cobalah makan teratur, selain meningkatkan energi juga dapat meningkatkan energi positif.

sumber: chicmagz.com

Rabu, 29 Oktober 2014

4 Penyakit yang Ditandai Dengan Perut Kembung

Hati-hati dengan kelainan jantung, karena gejalanya bisa perut kembung disertai dengan keringat dingin terus menerus dan denyut nadi yang bergerak cepat dan juga rasa sakit di perut.

Karena pembuluh dari LAD ini yang berhubungan dengan jantung searah jalannya menuju lambung. Parahnya lagi, masalah ini dapat menyebabkan serangan jantung tiba-tiba yang fatal dan menimbulkan kematian. Banyak orang beranggapan perut kembung adalah penyakit ringan.

Jadi bisa hilang dengan sendirinya atau mengobatinya dengan cara membalurkan minyak kayu putih pada perut. Tapi, jangan anggap enteng masalah perut satu ini, karena bisa jadi indikasi berbagai penyakit atau gangguan berbahaya pada saluran pencernaan.




4 Penyakit yang Ditandai Dengan Perut Kembung


1. Dyspesia atau indigestion

Kembung membuat perut nggak nyaman, mual dan ingin muntah. Ini bisa jadi salah satu tanda bahwa seseorang mengalami masalah pada saluran pencernaan. Menurut DR. Djoko Maryono, Sp.PD, Sp.JP, FIHA, FASE, seorang internis dan kardiologis dari Rumah Sakit Pertamina, Jakarta perut kembung juga merupakan bagian dari penyakit dyspesia atau indigestion.

Penyakit ini menyerang usus dan mengindikasikan adanya abnormalitas pada sistem pencernaan, seperti borok di usus 12 jari atau peptic ulcer, luka pada lambung. Ataupun naiknya asam lambung ke kerongkongan.

2. Infeksi atau bisul lambung

Kembung dapat disebabkan karena situasi dalam lambung. Misalnya karena kerja dan kontraktilitas lambung melambat atau lambung yang kosong. Selain itu, perut kembung juga dapat mengindikasikan adanya tukak, infeksi, maupun bisul pada lambung. Bisul atau infeksi ini terjadi dikarenakan erosi pada lambung atau keadaan lambung yang menipis. Keadaan ini bisa terjadi karena konsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat anti depressant maupun anti reumatik.




3. IBS (Irritable Bowel Syndrome)

Masalah perut satu ini bisa jadi indikasi seorang mengalami penyakit Irritable Bowel Syndorme (IBS), yaitu sindrom iritasi usus, yang merpakan gangguan pencernaan serius yang menggangu fungsional pergerakkan usus. Iritasi ini membuat usus jadi lebih sensitif dan cepat bereaksi ataupun rekasinya yang dihasilkan usus jadi berlebihan. Gejala perut kembung parah ini, juga disertai dengan masalah buang air. Mulai dari susah buang air besar ataupun diare parah dan perut nyeri. Penyebabnya bisa terjadi karena terlalu banyak makan-makanan yang berlemak sehingga kekurangan serat.

4. Kelainan jantung

Menurut Dr Djoko Maryonio ahli Internis dan Kardiologuis dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, perut kembung bisa jadi tanda kelainan jantung yang berkaitan dengan pembuluh dara LAD (Left Antirior Dicending).

Hati-hati, karena gejalanya bisa perut kembung disertai dengan keringat dingin terus menerud dan denyut nadi yang bergerak cepat dan juga rasa sakit di perut. Karena pembuluh dari LAD ini yang berhubungan dengan jantung searah jalannya menuju lambung. Parahnya lagi, masalah ini dapat menyebabkan serangan jantung tiba-tiba yang fatal dan menimbulkan kematian.

sumber: hai-online.com

Label

Entri Populer Mingguan