Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penyakit yang Ditularkan oleh Lalat: Jenis, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Diterbitkan: 2012
Diperbarui: Agustus 2026

Artikel ini pertama kali diterbitkan pada 2012 dan telah diperbarui pada Agustus 2026. Pembaruan mencakup penyesuaian informasi, penambahan referensi, perbaikan struktur, serta penyempurnaan beberapa bagian agar lebih relevan dan mudah dipahami.

Lalat mungkin terlihat seperti serangga biasa yang hanya mengganggu ketika hinggap di meja makan. Namun, keberadaannya di sekitar makanan memang tidak sebaiknya dianggap sepele.

Ilustrasi lalat rumah yang dapat membawa kuman ke makanan
Lalat rumah dapat membawa mikroorganisme dari lingkungan tercemar dan berpotensi mencemari makanan.

Lalat rumah (Musca domestica) dapat membawa berbagai mikroorganisme dari tempat yang kotor, termasuk sampah, kotoran, dan bahan organik yang membusuk. Ketika kemudian hinggap di makanan atau permukaan yang bersentuhan dengan makanan, kuman tersebut berpotensi ikut berpindah. WHO menyebut lalat rumah sebagai pembawa mekanis kuman yang dapat berperan dalam penularan sejumlah penyakit, terutama penyakit yang berkaitan dengan kontaminasi makanan.

Lantas, penyakit apa saja yang dapat ditularkan oleh lalat? Bagaimana sebenarnya prosesnya dan apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya?

Mari kita bahas satu per satu.

Bagaimana Lalat Bisa Menularkan Penyakit?

Lalat rumah tidak menularkan penyakit dengan cara yang sama seperti nyamuk yang menggigit manusia.

Lalat dapat berperan sebagai pembawa mekanis. Artinya, mikroorganisme dapat menempel atau terbawa pada tubuhnya setelah lalat hinggap di bahan yang terkontaminasi.

Kaki dan bagian tubuh lalat dapat membawa mikroorganisme. Ketika lalat kemudian berpindah ke makanan, permukaan dapur, atau peralatan makan, mikroorganisme tersebut berpotensi ikut berpindah. WHO juga menjelaskan bahwa lalat dapat mencemari makanan melalui aktivitas makannya, termasuk mengeluarkan kembali sebagian isi pencernaan ke permukaan makanan.

Jadi, masalah utamanya bukan sekadar "lalat menyentuh makanan", melainkan kemungkinan terjadinya perpindahan mikroorganisme dari lingkungan tercemar ke makanan.

Penyakit yang Ditularkan oleh Lalat

Berikut beberapa penyakit atau kelompok penyakit yang secara historis dan epidemiologis dikaitkan dengan kontaminasi yang dapat diperantarai lalat rumah.

1. Diare

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat berkaitan dengan konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Lalat dapat memindahkan mikroorganisme dari bahan yang tercemar ke makanan. Karena itu, makanan yang dibiarkan terbuka dan mudah dihinggapi lalat sebaiknya tidak dianggap aman begitu saja.

WHO menyebut penyakit bawaan makanan mencakup berbagai penyakit yang disebabkan bakteri, virus, parasit, maupun agen lainnya, dengan diare menjadi salah satu manifestasi yang paling umum.

Gejala diare dapat berupa:

  • buang air besar lebih sering;
  • tinja lebih cair;
  • kram atau sakit perut;
  • mual;
  • muntah;
  • terkadang demam.

Yang perlu diperhatikan terutama adalah risiko dehidrasi, khususnya pada bayi, anak kecil, lansia, dan orang yang kondisi kesehatannya rentan.

2. Disentri

Disentri merupakan infeksi saluran pencernaan yang dapat menyebabkan diare, termasuk diare berdarah pada kondisi tertentu.

WHO memasukkan disentri sebagai salah satu penyakit yang secara tradisional dikaitkan dengan lalat rumah karena lalat dapat membawa kuman dari kotoran atau lingkungan tercemar ke makanan.

Namun, penting dipahami bahwa seseorang tidak dapat mengetahui penyebab disentri hanya dengan melihat gejalanya. Diagnosis penyebab infeksi membutuhkan penilaian medis dan, dalam kondisi tertentu, pemeriksaan laboratorium.

Jika diare disertai darah, nyeri perut berat, demam tinggi, atau tanda dehidrasi, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

3. Demam Tifoid

Demam tifoid atau tifus merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi.

Penularannya terutama berkaitan dengan konsumsi makanan atau air yang telah terkontaminasi. Dalam kondisi sanitasi yang buruk, lalat dapat berperan dalam memindahkan kontaminan dari kotoran ke makanan.

WHO mencatat tifoid sebagai salah satu penyakit yang secara historis dapat ditularkan melalui kontaminasi yang dibawa lalat rumah.

Gejalanya dapat berupa demam berkepanjangan, sakit kepala, lemas, nyeri perut, dan gangguan pencernaan. Karena gejalanya dapat menyerupai penyakit lain, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan diagnosis.

4. Kolera

Kolera merupakan infeksi akut yang dapat menyebabkan diare berair dalam jumlah banyak dan berisiko menimbulkan dehidrasi berat.

Penyakit ini terutama berkaitan dengan konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi bakteri Vibrio cholerae. Dalam lingkungan dengan sanitasi buruk, lalat dapat menjadi salah satu media mekanis perpindahan kontaminasi ke makanan. WHO memasukkan kolera dalam kelompok penyakit yang dapat berkaitan dengan lalat rumah.

Kolera membutuhkan perhatian serius karena kehilangan cairan dapat berlangsung cepat.

Jika seseorang mengalami diare berair dalam jumlah banyak, terutama disertai tanda dehidrasi, pertolongan medis perlu segera dicari.

5. Gastroenteritis

Istilah gastroenteritis mengacu pada peradangan lambung dan usus yang biasanya menimbulkan gejala seperti diare, mual, muntah, dan sakit perut.

Penyebab gastroenteritis cukup beragam. Bakteri, virus, dan parasit dapat menjadi penyebabnya.

Karena itu, tidak tepat mengatakan bahwa setiap kasus gastroenteritis disebabkan oleh lalat. Namun, lalat yang membawa mikroorganisme dari lingkungan tercemar ke makanan dapat menjadi salah satu jalur kontaminasi yang perlu dicegah.

6. Infeksi akibat bakteri tertentu

Lalat dapat membawa berbagai mikroorganisme pada tubuhnya dan berpotensi memindahkannya ke makanan.

Penelitian yang diterbitkan oleh CDC dalam jurnal Emerging Infectious Diseases, misalnya, membahas kemungkinan kontaminasi makanan oleh Campylobacter melalui lalat. Mikroorganisme dapat berpindah melalui kaki, bagian mulut, rambut tubuh, maupun bahan yang dikeluarkan lalat.

Selain itu, Salmonella dan E. coli juga termasuk bakteri yang perlu diperhatikan dalam konteks keamanan pangan dan kontaminasi lingkungan.

Namun, sekali lagi, keberadaan lalat di suatu tempat tidak otomatis berarti makanan pasti mengandung bakteri tertentu.

7. Penyakit akibat makanan yang terkontaminasi

Selain menyebut nama penyakit satu per satu, sebenarnya ada cara yang lebih tepat untuk memahami bahayanya lalat: melihatnya dari sisi keamanan pangan.

Makanan dapat terkontaminasi oleh berbagai bakteri, virus, dan parasit. WHO menyebut lebih dari 200 penyakit dapat disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi berbagai bahaya biologis maupun kimia.

Lalat merupakan salah satu faktor lingkungan yang dapat berkontribusi terhadap kontaminasi tersebut.

Karena itu, persoalannya bukan hanya "penyakit apa yang dibawa lalat?", tetapi juga bagaimana mencegah makanan terkontaminasi sebelum dimakan.

Apakah Semua Lalat Membawa Penyakit?

Tidak.

Ini penting agar artikel tentang bahaya lalat tidak menimbulkan ketakutan yang berlebihan.

Lalat memang dapat membawa mikroorganisme, tetapi risiko penularan bergantung pada banyak faktor. Misalnya, dari mana lalat berasal, apakah sebelumnya hinggap di bahan yang terkontaminasi, ke mana lalat kemudian berpindah, jenis mikroorganisme yang dibawanya, serta apakah makanan tersebut dikonsumsi tanpa dimasak kembali.

WHO juga mencatat bahwa keberadaan lalat dapat menjadi indikator kondisi sanitasi yang kurang baik, tetapi beberapa ekor lalat di rumah tidak otomatis berarti seseorang akan terkena penyakit.

Jadi, fokus yang lebih masuk akal adalah mengurangi peluang lalat mengakses makanan dan tempat berkembang biaknya.

Kenapa Lalat Sering Dianggap Berbahaya untuk Makanan?

Ada alasan sederhana.

Lalat rumah memiliki kebiasaan hidup dan makan yang membuatnya mudah berpindah antara lingkungan yang kotor dan lingkungan tempat manusia menyiapkan makanan.

Lalat dapat berada di tempat sampah, kotoran, limbah, atau bahan organik yang membusuk. Setelah itu, serangga yang sama dapat masuk ke rumah dan hinggap di makanan.

WHO menjelaskan bahwa lalat dan serangga lain dapat membawa kuman dari sampah atau kotoran ke makanan.

Karena itu, makanan yang dibiarkan terbuka bukan hanya berisiko terkena debu. Ia juga dapat menjadi tempat hinggap serangga yang sebelumnya berada di lingkungan tercemar.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit dari Lalat?

Kabar baiknya, sebagian besar langkah pencegahan sebenarnya cukup sederhana.

Tutup makanan

Makanan yang sudah matang sebaiknya ditutup, terutama jika belum akan langsung dimakan.

Gunakan tudung saji, wadah tertutup, atau simpan makanan di tempat yang terlindung dari serangga.

Jaga kebersihan tempat sampah

Tempat sampah yang terbuka dapat menarik lalat.

Buang sampah secara teratur dan bersihkan wadah sampah secara berkala. Jangan biarkan sisa makanan menumpuk terlalu lama.

Bersihkan sisa makanan

Remah-remah dan sisa makanan yang tercecer dapat menjadi daya tarik bagi lalat dan serangga lainnya.

Membersihkan meja makan, lantai, dapur, dan area memasak secara rutin membantu mengurangi sumber makanan bagi lalat.

Jangan biarkan makanan matang terlalu lama terbuka

Semakin lama makanan berada dalam kondisi terbuka, semakin besar kesempatan serangga mengaksesnya.

Selain perlindungan dari lalat, penyimpanan makanan yang benar juga penting untuk mengurangi pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit.

Cuci tangan sebelum makan dan menyiapkan makanan

Kebersihan tangan tetap penting meskipun makanan sudah dimasak.

Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum menyiapkan makanan, sebelum makan, dan setelah menggunakan toilet.

Bersihkan lingkungan sekitar

Jangan hanya fokus pada dapur.

Saluran pembuangan, tempat sampah, kandang hewan, tumpukan sampah, dan bahan organik yang membusuk juga perlu diperhatikan karena dapat menjadi tempat lalat berkembang biak.

Gunakan kasa pada jendela atau ventilasi

Kasa pada jendela dan ventilasi dapat membantu mengurangi masuknya serangga ke dalam rumah.

WHO merekomendasikan perlindungan fisik seperti kasa sebagai salah satu langkah untuk mencegah serangga mengakses area pengolahan makanan.

Bagaimana Jika Makanan Dihinggapi Lalat?

Ini pertanyaan yang sering muncul.

Tidak ada cara sederhana untuk mengetahui hanya dengan melihat apakah makanan yang dihinggapi lalat sudah terkontaminasi atau belum.

Karena itu, langkah paling aman adalah mencegah makanan terpapar lalat sejak awal.

Jika makanan mudah rusak dan telah lama terbuka atau terpapar lingkungan yang tidak higienis, pertimbangkan untuk tidak mengonsumsinya. Jangan mengandalkan anggapan bahwa "lalatnya cuma sebentar hinggap" sebagai jaminan makanan tetap aman.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika setelah mengonsumsi makanan seseorang mengalami diare atau muntah, sebagian kasus dapat membaik dengan perawatan di rumah. Namun, ada kondisi yang membutuhkan perhatian medis.

Segera cari pertolongan medis jika muncul:

  • diare berdarah;
  • muntah terus-menerus;
  • demam tinggi;
  • nyeri perut berat;
  • sangat lemas;
  • sulit minum;
  • tanda-tanda dehidrasi;
  • penurunan kesadaran;
  • atau kondisi memburuk.

Perhatian khusus diperlukan pada bayi, anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Kesimpulan

Penyakit yang ditularkan oleh lalat terutama berkaitan dengan peran lalat sebagai pembawa mekanis mikroorganisme dari lingkungan tercemar ke makanan atau permukaan yang bersentuhan dengan makanan.

Beberapa penyakit yang secara historis dan epidemiologis dikaitkan dengan lalat rumah antara lain diare, disentri, demam tifoid, kolera, serta berbagai infeksi saluran pencernaan. WHO dan sumber kesehatan masyarakat menjelaskan bahwa lalat dapat membawa kuman pada tubuhnya dan mencemari makanan ketika hinggap atau makan.

Namun, bukan berarti setiap lalat pasti membawa penyakit atau setiap makanan yang dihinggapi lalat otomatis menyebabkan seseorang sakit.

Cara paling efektif untuk mengurangi risiko adalah menjaga kebersihan lingkungan, menutup makanan, mengelola sampah dengan baik, mencuci tangan, dan mencegah lalat masuk ke area pengolahan makanan.


Disclaimer Admin

Admin bukan dokter, bukan tenaga kesehatan, bukan ahli epidemiologi, dan bukan pakar kesehatan lingkungan.

Artikel ini dibuat sebagai informasi umum mengenai hubungan lalat dengan kontaminasi makanan dan penyakit menular. Artikel ini tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis penyakit atau menggantikan pemeriksaan dan saran dari tenaga kesehatan.

Tidak semua penyakit saluran pencernaan disebabkan oleh lalat, dan keberadaan lalat di sekitar rumah tidak otomatis berarti seseorang akan tertular penyakit.

Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala berat seperti diare berdarah, dehidrasi, muntah terus-menerus, demam tinggi, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis.

Kamus Kecil

IstilahArti sederhana
Lalat rumahMusca domestica, salah satu jenis lalat yang umum ditemukan di lingkungan manusia.
PatogenMikroorganisme atau agen biologis yang dapat menyebabkan penyakit.
KontaminasiMasuknya mikroorganisme, zat, atau bahan yang tidak diinginkan ke makanan atau lingkungan.
Pembawa mekanisOrganisme yang membawa mikroorganisme secara fisik dari satu tempat ke tempat lain tanpa harus menjadi bagian dari siklus hidup patogen tersebut.
Foodborne diseasePenyakit yang ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.
SanitasiUpaya menjaga kondisi lingkungan agar tetap bersih dan sehat sehingga mengurangi risiko penyakit.
DehidrasiKondisi ketika tubuh kehilangan cairan lebih banyak daripada yang masuk.
DiareKondisi ketika buang air besar menjadi lebih sering dan tinja lebih cair dari biasanya.
TifoidPenyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi.
DisentriInfeksi atau peradangan pada usus yang dapat menyebabkan diare, termasuk diare berdarah pada kondisi tertentu.
KoleraInfeksi usus yang dapat menyebabkan diare berair berat dan dehidrasi.

Sumber rujukan

  • World Health Organization — informasi penyakit bawaan makanan.
  • WHO — keamanan pangan dan pencegahan kontaminasi oleh serangga.
  • WHO — Public Health Significance of Urban Pests, bagian mengenai lalat.
  • CDC — informasi mengenai lalat rumah dan penyakit yang dapat ditularkannya.
  • CDC Emerging Infectious Diseases — pembahasan mengenai kemungkinan transmisi Campylobacter melalui lalat.

Musim hujan telah datang sudah beberapa lama waktunya.
Kondisi alam Indonesia yang lembab ini sangat memungkinkan, mendukung tersebarnya bermacam lalat.

Pada sisi lain, kebiasaan hidup sebagian masyarakat juga belum memiliki pola hidup yang sehat, sehingga tersebarnya bibit penyakit akan mudah saja bagi lalat.
Lalat ini pembawa bibit penyakit seperti:
  • Disentri
  • Kolera
  • Typhus
  • Diare dan lain-lain.


Alangkah baiknya kita mempelajari tentang biologi si lalat ini, karena akan sangat membantu untuk mengantisipasi damp[ak buruknya. Dari beberapa literatur yang ada, dinyatakan bahwa setiap kali lalt hinggap di suatu tempaty, setidaknya telah dijatuhkan 125 ribu bibit penyakit di lokasi hinggapnya.




Yang namanya bibit, berharap sih jangan sampai menjadi tumbuh besar atau bahkan beranak. Lalt juga diduga telah menyebarkan virus flu burung, selain cacing pita dan kolera pada ayam.

Beriikut ini penyakit yang ditularkan oleh lalat pada umumnya:

1. Disentri.
Penyebaran bibit penyakit dibawa oleh lalat rumah yang berasal dari sampah, kotoran manusia atau hewan.

Gejal sakit disentri adalah sakit di bagian perut dan kotoran terdapat lendir dan nanah.

2. Diare.
Gejala sakitdiare adalah sakit pada bagian perut, lemas dan pencernaan terganggu.





3. Typhoid.
Gejala Sakit Typhoid yang ditimbulkan adalah gangguan pada usus, sakit pada perut, sakit kepala, berak darah dan demam yang tinggi.

4. Kolera.
Gejalanya sakitkolera adalah muntah-muntah, demam dan dehidrasi.
Penyakit ini tersebar di seluruh dunia dan tidak dipengaruhi oleh iklim.

Kebersihan perorangan, rumah, serta sanitasi lingkungan yang rendah berpengaruh langsung terhadap terjadinya penyakit kolera.

15 komentar untuk "Penyakit yang Ditularkan oleh Lalat: Jenis, Gejala, dan Cara Mencegahnya"

  1. wah harus hati hati terhadap lalap
    yang dimana mana slalu hinggap
    biar badan tetap sehat :)

    BalasHapus
  2. memang satu ini musuh bebuyutan manusia sob,, thank dah ngi ngetin nice info n happy blogging

    BalasHapus
  3. lalat ini bikin repot klo sdh dkt makanan terutama bs merusak selera makan.
    Jg kebersihan biar tak ada lalat hinggap n sehat.

    Btw salam hormat buat beliau. Smg tak ada salah phm. Kmrn aku tulis tuh blm slsai, silahkan cek tulisan berikutnya yg telat mgkin terkirimnya

    BalasHapus
  4. Kalo gak salah baca nich kang tentang hadis Rosulluloh "Kaki kiri lalat akan membawa penyakit dan obatnya ada di kaki kanannya"

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang benar demikian adanya.
      jadi kalau misal minuman dihinggapi atau dicicipi lalat, sebaiknya lalat dimasukkan ke minuman tersebut agar anti penyakitnya juga dapat

      Hapus
  5. assalamualaikum...
    nice share
    nb. Aku tak meragukan justru brsyukur n terharu beliau sgt baik kepadaku

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap nih anonim
      pa ndak punya situs sama sekali yah

      Hapus
  6. wah ternyata lalat bisa menularkan penyakit juga yach sobat???

    BalasHapus
  7. ass.wr.wb
    lalat ini klo sdh muncul sulit diberantas byk pasukannya

    aku kmrn hx tanya maaf jk dianggap kesalahan besar. Ya Allah.,Apa salah jk aku ingin tau org yg baik pdku.

    BalasHapus
  8. jadi inget waktu ke rumah pamanku yg di suroboyo (sekitar 10km dari jembatan merah) cak,
    pernah nyasar beloknya, pas di gang yang laler ijonya sliweran :hehe
    ternyata banyak bawa penularan.
    makasih sharenya, met makan siang cak :D

    BalasHapus
  9. ya Allah..astaghfirulloh...aku sdh sgt hati2 brkata.maaf jk msh dinilai salah n jauh dr smpurna. Tak ada niat buruk dlm brtanya. Maaf bl tak brkenan d ht pean.,

    BalasHapus
  10. asktm..
    Ndk plg..., nti sore titp k countr aisyah yg dl aku bl hp. n ktx akan dbw srvce orgx k wtc

    BalasHapus
  11. matur nuwun da dpost lg. Tengkyu..
    Hpku lcd g stbl kok batrene jd boros ya sampe drop.

    BalasHapus