3 Macam Jenis Diare pada Anak

Apakah yang dinamakan diare itu?

Orang Indonesia ada yang menyebutnya dengan "mencret", yakni keluarnya tinja lunak atau cair sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari.


Diare adalah suatu penyakit atau penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak di negara-negara berkembang termasuk negara Indonesia ini.

Penderita akan menjadi kurus karena kehilangan nafsu makannya, juga banyaknya tinja yang keluar bisa menyebabkan seseorang terkena dehidrasi. Dalam hal ini, kemampuan usus dalam menyerap sari makanan akan menjadi berkurang.

Jenis-jenis diare dapat dibagi menjadi tiga macam.




3 Macam Jenis Diare pada Anak


1. Diare cair akut.

Diare terjadi akut dan berlangsung kurang lebih selama 14 hari meski kebanyakan kurang dari seminggu. Ditandai dengan pengeluaran tinja yang lunak atau cair dengan frekueni sering tanpa disertai keluarnya darah.

Diare cair akut dapat disertai dengan muntah maupun demam. Diare jenis ini dapat menyebabkan dehidrasi yang apabila dibiarkan begitu saja dapat mengakibatkan kematian pada penderitanya.

2. Diare disentri.

Yaitu diare yang disertai darah dalam tinjanya.




Diare jenis ini bisa menyebabkan seseorang kehilangan nafsu makan, berat badan turun dengan drastis, dan akan terjadi kerusakan mukosa usus karena bakteri invasive.

3. Diare persisten.

Diare ini mula-mula bersifat akut, namun berlangsung sampai lebih dari 14 hari. Bisa dimulai sebagai diare cair atau disentri.

Penderita akan kehilangan berat badan adalah hal yang sering terjadi. Volume tinja dapat terjadi dalam jumlah yang banyak sehingga ada resiko dehidrasi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "3 Macam Jenis Diare pada Anak"

Post a Comment