Mengatasi Campak pada Si Kecil

Mengisolasi anak yang terserang campak atau gabagen (Bahasa Jawa) merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya penularan.

Measles atau yang biasa disebut campak atau gabagen dalam bahasa Jawa merupakan infeksi yang menular oleh virus campak. Penularan campak ini bisa melalui droplet (percikan air liur saat bicara, batuk dan bersin). Kemudian virus campak ini masuk ke tubuh melalui saluran nafas.

Kenali Gejalanya

Kenalilah terlebih dahulu penyakit campak pada anak agar bisa dilakukan penanganan lebih lanjut lagi.

Baca juga: 5 Gejala Umum Penyakit Campak pada Anak

Gejala klinis campak biasanya berupa:
1. Suhu tubuh tinggi hingga 40 derajat celcius.
2. Munculnya ruam-ruam merah lebih besar dari gigitan nyamuk dan saling bertautan.
3. Lama-lama ruam merah makin menyebar ke seluruh tubuh.
4. Disertai iritasi mata (belekan).
5. Ruam merah berganti menjadi merah, kemudian menjadi bersisik.




Pada saat ruam sudah menjadi berwarna hitam, sebenarnya proses penyembuhannya sudah dimulai, karena campak merupakan salah satu penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun kalau tidak mendapatkan perawatan yang tepat, maka proses penyembuhannya dapat lebih lama.

Beda Campak dengan Penyakit lain

Perbedaan campak dengan penyakit lain adalah panas pada saat muncul ruam pertama sangatlah tinggi. Dapat terjadi komplikasi seperti diare karena organ dalam pada saluran usus besar juga mengalami ruam.

Juga dapat terjadi radang infeksi paru-paru, juga ada otitis media (peradangan pada daerah telinga, kadang sampai kendang telinga rusak dan keluar cairan) hingga radang otak.



Usia yang rentan terserang penyakit campak adalah usia 6 tahun ke atas. Dan yang paling rentan adalah usia batita yaitu usia 203 tahun. Pada usia ini seharusnya ada vaksinasi ulang, namun masih sedikit yang sadar akan hal ini. Sedangkan untuk anak usia 0-6 bulan relatif aman dari serangan campak karena pada usia ini anak masih mendapatkan kekebalan campak dari ibunya.

Pertolongan Pertama Campak

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah dengan menurunkan panas. Pada saat suhu tubuh mencapai lebih 38,5 derajat celcius, maka hindarilah mengompres anak dengan air dingin. Sebaiknya gunakan saja air biasa. Kompreslah di daerah pembuluh darah besar seperti di leher, ketiak, dan di paha.

Karena campak adalah penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, maka orang tua harus mampu menjaga nutrisi anak agar seimbang. Anak harus dijaga agar tidak terjadi dehidrasi, kemudian isolasikan anak di kamar untuk meminimalisir penularan campak.

Baca juga: 5 Gejala Umum Penyakit Campak pada Anak

Terakhir, jaga anak agar bisa beristirahat dengan cukup. Berikan vitamin A untuk menjaga staminanya. Jika kondisi agak parah, seperti kesadaran menurun, sesk nafas, dehidrasi, atau anak enggan makan, maka harus dibawa ke dokter.

Kiat Pencegahan Campak

Pencegahan serangan campak dapat dilakukan dengan pemberian vaksin sesuai dengan jadwalnya. Ada tiga tahap pemberian vaksin campak yang harus dilakukan.
1. Saat anak usia 9 bulan.
2. Pada usia 2-3 tahun.
3. Pada usia 5-6 tahun.

Hal ini harus dilakukan karena campak adalah jenis penyakit yang dapat dicegah melalui vaksin.
Cara lain untuk mencegah serangan campah adalah dengan cara menghindari kontak langsung dengan penderita. Lalu memberikan nutrisi yang bergizi dan seimbang. Meningkatkan hygiene diri sendiri dan lingkungan.

Subscribe to receive free email updates:

Labels