5 Faktor Penyebab Bayi Lahir Prematur

Anda perlu memperhatikan sejumlah faktor tersebut untuk mencegah kelahiran bayi yang lahir prematur. Ukuran bayi prematur bisa sangat kecil yaitu di bawah 1 kg. Semakin cepat bayi lahir sebelum waktunya, maka risiko masalah kesehatannya makin tinggi.

Bayi yang lahir prematur juga bisa diprediksi sejak dini. Misalnya, pada anak pertama si ibu pernah melahirkan bayi prematur, maka kelahiran anak kedua pun memiliki potensi yang sama.


Kelahiran bayi prematur tentu tak diharapkan para ibu. Bayi prematur lahir ketika usia kandungan ibu kurang dari 37 minggu dengan berat badan di bawah normal yaitu kurang dari 2,5 kilogram. Hal ini menyebabkan organ-organ tubuh bayi tidak berfungsi dengan baik dan berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan.

Dokter spesialis anak, Esther H Situmeang mengatakan banyak faktor yang menyebabkan bayi lahir prematur. Faktor terbesar ternyata berasal dari sang ibu itu sendiri.

1. Merokok

Kelahiran bayi prematur juga bisa disebabkan oleh gaya hidup si ibu yang tidak sehat seperti merokok, minum-minuman keras, dan konsumsi obat terlarang. Ibu yang tidak merokok juga sebaiknya menghindar jadi perokok pasif atau menghisap asap rokok dari perokok. Sebab, zat nikotin pada rokok bisa mengurangi oksigen yang diterima bayi dan membuat pertumbuhan terhambat.

2. Ibu tidak sehat


Kondisi kesehatan ibu yang kurang baik sangat mempengaruhi kondisi janin. Misalnya, ibu mengalami preeklamsi yaitu hipertensi pada kehamilan, dan eklamsi atau kehamilan disertai kejang dan hipertensi berat. Ibu hamil yang menderita penyakit diabetes juga berpotensi melahirkan bayi prematur. Tak hanya itu, adanya masalah kesehatan pada alat reproduksi juga berisiko melahirkan bayi prematur.



3. Riwayat kehamilan

Selain itu, riwayat kehamilan pada sang ibu juga bisa menyebabkan bayi lahir prematur. Misalnya, pernah melahirkan bayi prematur sebelumnya, pernah keguguran, dan melakukan aborsi.

4. Kondisi janin

Faktor lain yaitu karena kondisi janin. Diantaranya, pertumbuhan janin terhambat, infeksi dalam kandungan, dan simpul tali pusat yang bisa menghambat pertumbuhan bayi. Janin pun harus diberi gizi yang cukup agar tak lahir prematur. Dalam hal ini, para ibu harus rajin kontrol ke dokter kandungan.

5. Kondisi psikologi

Kondisi psikologi ibu hamil juga bisa mempengaruhi. Jika sering merasa cemas, stres, hingga depresi, calon ibu juga berisiko melahirkan bayi prematur.

Faktor lainnya karena ibu yang hamil di usia muda.

sumber: kompas
editor: obat sakit

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "5 Faktor Penyebab Bayi Lahir Prematur"

Post a Comment

Labels