Positif Negatif Menantu Kesayangan Mertua

Salah satu tantangan dalam pernikahan adalah menjalin hubungan harmonis dengan keluarga pasangan, terutama dengan mertua. Seringkali dilihat, jangankan menjadi menantu kesayangan, akur dengan mertua saja bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan.

Sebenarnya kedekatan antara menantu dan mertua tergantung dari pola yang terjadi di lingkungan pasangan. Misalnya saja jika suami adalah anak kesayangan ibunya, maka bisa jadi istri menjadi menantu kesayangan.


Namun tak selalu begitu, tak menutup kemungkinan yang terjadi adalah sebaliknya karena adanya faktor kecemburuan atau orangtua yang super over protektif.

Untuk bisa menjadi menantu kesayangan mertua, ternyata ada positif dan negatifnya loh...

Sisi positif dan negatif


Sisi positifnya tentulah berefek pada pernikahan kita dengan pasangan. Pernikahan menjadi lebih bahagia karena adanya dukungan dari keluarga besar.






Sedangkan sisi negatifnya adalah bisa menimbulkan kecemburuan dari anak-anak atau menantu yang lain.

Meskipun begitu, setiap ank sampai dewasa tetap berharap bahwa orangtuanya tetap sayang dengan mereka. Sehingga bisa jadi, kehadiran menantu kesayangan menjadi ancaman bagi saudara-saudara dari pasangan kita. Terutama bagi mereka yang sebelumnya sudah menjadi kesayangan sejak awal.


Nah, guna menghindari kecemburuan dari saudara pasangan, maka hindarilah mencari muka. Misalnya dengan berusaha tidak melibatkan diri dalam relasi antara mertua dan anak-anaknya.





Selain itu, jangan mentang-mentang kita menjadi menantu kesayangan, lalu hubungan menantu dengan mertua melebihi dengan pasangan. Karena nantinya bisa jadi tiba-tiba mertua menjadi orang ketiga antara hubungan kita sama pasangan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Positif Negatif Menantu Kesayangan Mertua"

Post a Comment

Labels