Apakah Kerupuk Bagus Dikonsumsi oleh Anak

Mak kriuk..kriuk...kriuk.... ketika kita sedang makan kerupuk. Selain suaranya yang mengundang selera, justru sebenarnya nilai kandungan gizinyalah yang harus dicari.

Sangat seru sekali kalau kita melihat anak-anak makan kerupuk sambil menyantap nasi. Duh, sebenarnya bagus tidak ya mengonsumsi kerupuk ini.

Kerupuk sangat disukai anak-anak terutama bagi mereka yang sudah memiliki gigi. Rasa renyah serta cita rasa yang gurih dalam kerupuk mengundang anak untuk mengonsumsi sebanyak-banyaknya. Padahal kerupuk itu belum tentu bagus untuk anak-anak lho...





Kalau kita lihat, sebenarnya kandungan-kandungan zat gizi yang terkandung di dalam kerupuk, maka tak ada yang istimewa, bahkan banyak tak bermanfaatnya terutama bagi anak-anak dan batita.

Meskipun terdapat kandungan protein pada kerupuk ikan atau udang, namun nutrisi tersebut akan rusak ketika dalam proses penggorengan kerupuk.

Jadi sejatinya, hampir bisa dibilang bahwa hampir semua jenis kerupuk itu sebaiknya dikonsumsi oleh anak-anak. Apalagi kerupuk yang digoreng dengan minyak.

Kita semua bahkan anak-anak sangat menyukai rasa kriuk ini, bukan saja karena rasanya yang sangat renyah dan gurih, namun juga suara yang dihasilkan ketika dimakan.


1. Sebaiknya yang penyuka kerupuk, ganti dengan keripik sayuran atau buah yang dibuat sendiri.

2. Batasi konsumsi.

Pada umumnya, anak yang suka mengonsumsi kerupuk paling sering mengalami batuk dan radang tenggorokan. Karena itu, batasi misalnya hanya 3 keping saja per hari.




3. Warna dan rasa.

Dalam memilih kerupuk untuk anak, hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua adalah warna dan rasa dari kerupuk tersebut. Warna yang terlalu cerah kemungkinan mengandung pewarna yang bukan pewarna makanan.

Dan yang berwarna putih, bisa jadi mengandung pemutih. Sedangkan untuk rasanya, jika terlalu gurih, kemungkinan kerupuk tersebut mengandung MSG.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apakah Kerupuk Bagus Dikonsumsi oleh Anak"

Post a Comment