Resiko Kehamilan Dengan Kista

Ketika divonis terkena kista saat hamil, tentu bukan hal yang diharapkan. Krena, banyak kejadian terjadi keguguran saat positif mengidap kista. Namun jangan keburu khawatir, karena menurut ahli kesehatan, terjadinya kista saat kehamilan masih bisa dijaga agar kondisi janin tetap sehat.

Kista dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Kista fisiologis.

Kista jenis ini akan menghilang pada saat siklus haid yang akan datang.

2. Kista patologis.

Kista ini tidak akan hilang pada siklus haid berikutnya.

Kehamilan memang hal yang menakjubkan. Namun ketika kista tiba-tiba muncul, maka ibu hamil harus tetap menjaga asupan gizi dan kesehatannya. Selain itu, jika ingin melakukan operasi pengangkatan kista, pastikan saja janin telah berumur 14 minggu, agar terhindar dari keguguran.





Pemicu Kista


Salah stu pemicu terjadinya kista pada wanita adalah makanan berlemak. Ketidakseimbangan asupan lemak dapat meningkatkan kadar hormon testoteron dalam tubuh. Akibatnya, hormon estrogen dalam tubuh tidak bisa bekerja dengan baik. Hal inilah yang dapat memudahkan tumbuhnya kista, m dan sebagainya.


Selain itu, pencemaran udara akibat debu dan asap pembakaran kendaraan atau pabrik menjadi pemicu kista. Karena kandungan dioksin di dalamnya dapat memperlemah daya tahan tubuh serta seluruh sel. Penyebab lain kista adalah faktor keturunan atau degeratif.






Tiga Hal


Jika ibu hamil telah terdeteksi mengidap kista, maka disarankan untuk melakukan hal di bawah ini.

1. Jaga kondisi tubuh tetap prima.

Artinya adalah jika tubuh memiliki daya tahan yang baik, maka kondisi janin pun akan membaik. Untuk dapat menjaga kesehatan tubuh dengan baik, harus disertai pola makan yang sehat. Kemudian nmenjauhi makanan yang berlemak jenuh juga merupakan cara ampuh untuk menjaga kista agar tidak membesar serta tubuh tetap sehat.

Selain itu, bisa melakukan streching ringan juga sangat disarankan. Tidak harus dengan olahraga berat agar peredaran darah bisa menjadi lebih lancar.


2. Lakukan pemeriksaan akurat.

Bahkan jika perlu, disarankan untuk mencari second opinion. Artinya pasien mendapatkan kejelasan atas diagnosa tersebut dari beberapa dokter. Biasanya dilakukan USG Colour Doppler. Dan dari pemeriksaan ini akan terlihat jelas apakah benar ada kista atau tidak.

3. Tunggu janin sampai usia 14 minggu.

Jika akan dilakukan pengangkatan, maka lebih baik menunggu hingga janin berusia 14 minggu. Pengangkatan kista pada usia kehamilan 14 minggu relatif lebih aman karena plasenta sudah terbentuk dengan sempurna. Jika pengangkatan kista sebelum usia 14 minggu, dapat menyebabkan keguguran.

Begitu juga jika pengangkatan kista ditunda hingga usia janin di atas 14 minggu, dapat beresiko ibu hamil mengalami keguguran bila kista pecah atau terpuntir.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Resiko Kehamilan Dengan Kista"

Post a Comment