3 Pertolongan Pertama pada Penderita Hemofilia

Pada tanggal 17 April 2016 yang lalu, adalah merupakan tanggal diperingatinya hari Hemofilia sedunia.Rata-rata, hemofilia bisa diketahui sejak masih batita yakni sekitar umur 1,5-2 tahun.

Hemofilia sendiri merupakan suatu bentuk kelainan darah berupa kekurangan faktor pembekuan darah. Jadi kalau dia terjatuh kemudian ada luka yang berdarah, maka darahnya tidak cepat membeku.

Seakan terjadi pendarahan terus menerus yang sifatnya terbuka maupun tertutup. Tentunya ini menjadi perhatian khusus dalam merawat buah hati yang menderita hemofilia.


Hemofilia adalah penyakit yang terjadi karena genetik atau diturunkan dan hampir semua penderita berjenis kelamin laki-laki. Hal tersebut dikarenakan laki-laki memiliki kromosom X dan Y. Dimana jika kromosom X mengalami kelainan atau sakit, maka laki-laki itu tidak memiliki faktor pembekuan darah. Sedangkankromosom Y tidak berfungsi untuk melakukan pembekuan.





Berbeda dengan seorang wanita, yang memiliki kromosom X dan X. Dimana jika salah satu X sakit, maka masih memiliki kromosom X lainnya yang berfungsi sebagai faktor pembekuan darah.

3 Pertolongan Pertama pada Penderita Hemofilia


Jika anak yang menderita hemofilia mengalami luka atau pendarahan, maka ada beberapa tahapan pertolongan pertama yang bisa dilakukan oleh orangtua.

1. Tidak boleh panik.

Orangtua tidak boleh panik, agar bisa mengatasi luka atau pendarahan pada anak dengan baik.

2. Istirahatkan anak.

Segera menutup luka dengan menggunakan perban atau plester yang kuat dan erat jika terjadi pendarahan. Kemudian istirahatkan anak dengan baik. Sedangkan kalau luka lebam pad area persendian, segera kompres dengan menggunakan handuk yang didinginkan ke bagian lebam tadi.






3. Suntik dengan obat pembeku darah.

Bagi orangtua yang belum bhisa memberikan suntikan obat pembekuan VII atau IX, maka segera bawa anak ke dokter untuk diperiksa sekaligun minta disuntik dengan obat pembeku darah.

Sedangkan bagi orangtua yang bisa, tetap harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menyuntikkan. Karena suntikan jenis ini harus selalu atas petunjuk dokter.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "3 Pertolongan Pertama pada Penderita Hemofilia"

Post a Comment