8 Alasan Kenapa Bayi Menangis

Bayi yang normal ketika dilahirkan pasti akan menangis. Kalau sampai tidak bisa menangis, pasti dipaksa agar bisa menangis oleh bidan, karena hal tersebut tidak wajar.

Menangis adalah sesuatu yang alamiah dan umum terjadi ketika sedang dilanda kesedihan.

Untuk bayi, menangis adalah tingkah laku yang yang wajar dan biasanya mereka meminta sesuatu atau sedang ada masalah di dalam tubuh diri si bayi.


Maklum, si bayi belum mampu berbicara kecuali hanya menangis dan tertawa sebagai isyarat kepada orang dewasa.

Kadangkala seorang ibu baru langsung kelabakan jika mendengar bayinya menangis terus menerus.




Rasanya tak tega dan ingin segera menghentikan tangisannya dengan melakukan berbagai cara.

Padahal, sebenarnya menangis adalah cara bayi untuk menyatakan bahwa ia merasakan atau membutuhkan sesuatu.

Ada beberapa alasan mengapa bayi menangis, apa saja itu?

1. Lapar.

Bayi menangis karena sedang lapar. Lihat apakah sudah waktunya makan.

2. Bayi hanya ingin mengisap.

Sudah disusui namun tetap saja menangis, mungkin hanya ingin mengisap-isap saja.

3. Bayi merasa kesepian dan lelah.

Kebutuhan tidur bayi hingga 12 jam atau lebih.





4. Karena popok basah.

Bayi ingin dipindahkan posisinya dari basah tadi.

5. Bayi ingin dipeluk.

6. Kepanasan atau kedinginan.

7. Terlalu banyak gerakan.

8. Bayi kolik.

Tanpa diketahui sebabnya, mungkin dapat dicurigai bayi mengalami kolik.

Kolik adalah bayi menangis atau rewel terus menerus selama minimal 3 jam sehari, 3 minggu sekali atau berlangsung selama 3 minggu lebih.

Hal tersebut justru bisa terjadi pada bayi yang tampak sehat.

Kolik dapat dimulai pada saat usia bayi beberapa minggu dan usia 3 bulan atau lebih.

Penyebab kolik bervariasi sehingga efektivitas terapi juga berbeda-beda pada bayi. Jika ada dugaan ke arah kolik, sebaiknya segera bawa bayi ke dokter.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "8 Alasan Kenapa Bayi Menangis"

Post a Comment

Labels