6 Penyakit Akibat Gigitan Nyamuk, Gejala dan Penanganan

Sekarang ini memang lagi musimnya hujan. Dan dengan datangnya hujan, nyamuk semakin merebak seakan diberi obat saj biar makin tambah giat mencari mangsa.

Telah banyak berita di media massa yang memberitakan bahwa Indonesia harus waspada terhdap gigitan nyamuk ini, apalagi sedang marak virus Zika.

Bentuknya sih boleh saja kecil, namun serangga yang satu ini telah berkontribusi banyak dalam membawa virus dan penyebaran penyakit, bahkan yang mematikan.

Ada riwayat yang menceritakan berapa banyak orang penting, orang yang berkuasa, sakti mandraguna bisa dikalahkan hewan yang kecil ini.

Ya, benar. Nyamuk ini membantu menyebarkan berbagai macam penyakit ke tubuh manusia. Apa saja penyakit-penyakit yang bisa ditularkan oleh virus ini, bagaimana gejala serta penanganannya?


6 Penyakit Akibat Gigitan Nyamuk, Gejala dan Penanganan


1. Virus Zika.

Dunia tengah membicarakan tentang virus yang satu ini. Virus yang cukup menghebohkan ini berasal dari dari keluarga flaviviridae dan genus flavivirus, dimana merupakan jenis virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Segypti yang menyebabkan demam.

Virus ini sebenarnya sudah lama, namun baru dideteksi sebagai virus zika setahun yang lalu di negara Brazil. Penularannya berasal dari Uganda, Afrika Timur.

Jika dibandingkan dengan demam berdarah, virus zika ini lebih ringan. Bahkan penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya.

Namun demikian, sama halnya dengan DBD, penyakit virus zika memiliki tanda dan gejala yang sama. Ditandai dengan demam yang terbagi menjadi tiga fase, fase awal, fase kritis, dan fase penyembuhan.




Gejala


Orangh yang terjangkit virus zika akan merasakan gejala seperti:
  • Sakit kepala.
  • Ruam di wajah.
  • Ruam di leher.
  • Ruam di lengan.
  • Ruam bisa menyebar ke telapak tangan.
  • Demam.
  • Dan nyeri punggung.

Cara Mengobati


Sampai saat ini, BELUM ada vaksin atau obat untuk mencegah demam akibat virus zika. Yang dapat dilakukan hanyalah mencegah gigitan nyamuk dengan memperhatikan tempat-tempat nyamuk bersarang, seperti genangan air,ot bunga, vas bunga dan sebagainya.

Jika sudah terlanjur terjangkit, biasanya dikter akan memberikan obat penurun panas dan mengembalikan ketahanan tubuh.

2. Demam Berdarah.

Demam berdarah juga disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh nyamuk. Demam berdarah biasanya terjadi saat udara panas pada musim hujan dan paling sering terjadi di tempat-tempat yang ada genangan air, dan tempat yang saluran pembuangan airnya buruk.




Gejala


Pada awalnya, seseorang yang terkena DBD akan mengalami demam tinggi disertai kedinginan, sakit di beberapa bagian tubuhnya serta sakit tenggorokan.

Penderita merasa sangat sakit dan lemah.

Setelah tiga sampai empat hari, penderita biasanya akan merasa lebih baik selama beberapa jam sampai dua hari. Kemudian penyakitnya akan muncul kembali selama satu atau dua hari.

Terkadang disertai bintik merah yang dimulai dari tangan dan kaki. Bintik merah itu kemudian menyebar ke bagian lengan, kaki, dan badan (biasanya tidak sampai ke muka).

Bayi, anak-anak, dan orangtua atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya penderita AIDS), beresiko menderita demam berdarah dalam bentuk yang lebih parah lagi.

Jika tidak segera diobati, demam berdarah ini dapat menyebabkan pendarahan dari kulit dan bisa mengarah pada kematian.

Cara Mengobati


Pada kasus yang ringan,penderita dapat diobati di rumah dengan banyak istirahat, minum banyak cairan, dan minum obat pereda rasa nyeri untuk mengurangi rasa sakit.

Namun pada kasus yang berat, sebaiknya segera dibawa ke dokter.

3. Malaria.

Penyakit ini merupakan suatu infeksi darah yang menyebabkan demam, panas tinggi dan kedinginan. Malaria disebabkan oleh parasit (plasmodium) yang ditularkan dari manusia yang terinfeksi ke manusia lainnya melalui nyamuk anopheles dan kebanyakan menggigit pada malam hari.

Malaria bisa mejadi sangat berbahaya jika menyerang anak-anak usia di bawah lima tahun, wanita hamil, dan para penderita AIDS.
Malaria paling sering muncul pada saat udara panas.

Di beberapa daerah di dunia, malaria juga ditemukan pada musim kering dimana nyamuk mendapat tempat berkembangbiak dalam genangan air.






Gejala


Malaria menyerang dalam tiga tahap:
1. Tanda pertama adalah rasa kedinginan dan sering sakit kepala.

2. Penderita menggigil selama 15 hingga 60 menit.

3. Kedinginan diikuti dengan demam tinggi.

4. Penderita menjadi lemah dan kadang-kadang mengigau.

5. Demamnya bisa berlangsung antara beberapa jam sampai beberapa hari.

6. Akhirnya penderita mulai berkeringat dan demamnya menurun.

7. Setelah demamnya turun, penderita merasa lemah.

Cara Mengobati


Pengobatan malaria di daerah satu dengan yang lain berbeda, karena di beberapa tempat, parasit malaria telah berkembang menjadi parasit yang tak mempan diobati.

Hal ini berarti, obat yang semula ampuh mencegah dan mengobati malaria sudah tidak efektif lagi. Itu sebabnya, obat malaria antara daerah satu dengan yang lain belum tentu sama.

Saat ini, ada olbat baru yang diberikan kepada penderita malaria, salah satunya adalah artemisinin yang sudah digunakan bertahun-tahun di negara Cina.

Obat ini sering diberikan bersama dengan obat anti malaria lainnya atau dengan antibiotik.

4. Chikungunya.

Demam chikungunya disebabkan oleh virus chikungunya, termasuk keluarga togaviridae, genus alphavirus, dan ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti.

Vitus ini terus menimbulkan epidemi di wilayah tropis Asia dan Afrika.

Gejala


Demamnya mirip dengan demam berdarah dengue yaitu demam tinggi, menggigil,sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, nyeri sendi dan otot serta bintik-bintik merah pada kulit terutama pada badan dan lengan.

Bedanya dengan demam berdarah dengue adalah pada chikungunya tidak ada pendarahan hebat maupun kematian. Masa inkubasi antata dua sampai empat hari.

Gejala utama dari chikungunya adalah tiba-tiba saja tubuh demam disertai dengan linu di persendian. Bahkan karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga rasa sakit pada tulang, demam tulang atau flu tulang, orang-orang menyebutnya.

Dalam beberapa kasus, ada penderita yang terinfeksi tanpa menimbulkan gejala sama sekali atau silent virus chikungunya.

Cara Mengobati


Demam chikungunya termasuk self limiting disease atau penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya. Tak ada vaksin atau obat khusus untuk penyakit ini.

Pengobatan yang diberikan hanyalah diberikan terapi simtomatis atau menghilangkan penyakitnya seperti obat penghilang rasa sakit dan demam.

5. Demam Penyakit Kuning.

Demam penyakit kuning menyebabkan demam panas dingin, nyeri otot terutama sakit punggung, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, mual, muntah,demam tinggi dan denyut nadi lemah.

Bagi kebanyakan orang, penyakit ini bisa menghilang setelah tiga atau empat hari.

Cara Mengobat


Pengobatan terbaik untuk demam penyakit kuning adalah dengan istirahat dan minum banyak cairan. Kebanyakan orang bisa sembuh total setelah beberapa waktu dan badan mereka membentuk antibodi terhadap demam penyakit kuning.

6. Kaki Gajah.

Filariasis atau penyakit kaki gajah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing melalui gigitan nyamuk. Cacing jenis wuchereria bancrofti paling sering ditemukan di negara tropis seperti Indonesia.

Penyakit kaki gajah bersifat menahun atau kronis. Apabila tidak segera mendapatkan pengobatan segera mungkin, bisa menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki,lengan, dan alat vital.

Gejala


Berupa demam berulang-ulang selama 3-5 hari, pembengkakan kelenjar getah bening tanpa ada luka di daerah lipatan paha, ketiak yang tampak kemerahan, panas dan sakit.

Pembesaran yang menetap pada tungkai, lengan, buah dada, atau alat vital.

Cara Mengobati

Salah satu cara yang aman dapat dilakukan adalah dengan menghindari gigitan nyamuk pembawa cacing filarial. Bisa memjasang kelambu pada tempat tidur dan sebagainya.

Kemudian membersihkan tempat yang berpotensi sebagai sarang nyamuk, lakukan penyemprotan dan pembasmian nyamuk. Kemudian mengikuti pengobatan masal penyakit kaki gajah dari puskesmas dan memeriksakan diri ke dokter secara berkala.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "6 Penyakit Akibat Gigitan Nyamuk, Gejala dan Penanganan"

Post a Comment

Labels