5 Mitos Makanan untuk Kulit Bayi

Terkadang ada yang bertanya-tanya, apa yang harus dilakukan agar kulit bayi putih bersih sejak dalam kandungan, agar kulit bayi putih bersih dan sehat.

Ada pula yang menanyakan, makanan apa saja untuk ibu hamil agar bayi cerdas, makanan ibu menyusui agar bayi pintar, makanan agar bayi cerdas sejak dalam kandungan, bagaimana cara membuat anak berkulit putih serta ramuan agar kulit putih bersih.

Kalau hal tersebut yang Anda tanyakan, maka sangat pantaslah kalau Anda menyimak terlebih dahulu macam-macam makanan untuk bayi agar kulitnya bisa menjadi kenyataan.

Sebenarnya warna kulit seseorang dipengaruhi oleh faktor genetika ayah dan ibunya, dan yang perlu diketahui oleh semuanya. Sebaiknya memilih calon pendamping yang memang benar-benar memiliki kulit yang baik kalau ingin anaknya punya kulit yang diidam-idamkan.

Pada saat menjalani kehamilan, banyak nasihat yang dianjurkan agar kulit bayi nanti saat lahir menjadi putih bersih. Misalnya saja banyak minum kelapa hijau dan sebagainya.




Entah hal tersebut terbukti atau tidak, namun banyak orangtua terutama ibu hamil mempercayainya. Benarkah demikian adanya?

Berikut ini ada lima mitos makanan untuk kulit bayi.

1. Sayuran hijau.

Sayuran hijau ini dipercaya bisa membuat kulit bayi menjadi putih dan bersih. Namun kenyataannya, hal ini hanya ditujukan untuk orang dewasa agar kulit tubuhnya tetap sehat dan bagus.


Sayuran hijau seperti caisin dan brokoli memiliki banyak kandungan berupa vitamin, mineral dan folat. Folat sendiri memiliki pengaruh terhadap pembentukan sintesis DNA. Juga untuk regenerasi kulit.

Inilah alasan kenapa ada anggapan bahwa ibu hamil mengonsumsi sayuran hijau gelap maka kulit bayi yang lahir akan berwarna putih dan bersih.

2. Air kelapa hijau.

Air ini sudah sejak lama telah dipercaya dapat menyehatkan kulit janin yang dikandung oleh ibu hamil. Padahal, kesehatan lapisan kulit bayi tergantung pada maturitas bayi itu sendiri. Semakin bayi matur, maka lapisan kulitnya makin tebal. Bukan pengaruh dari mengonsumsi air kelapa hijau.


Justru sebenarnya air kelapa hijau tidak terlalu dianjurkan untuk ibu hamil karena banyak kandungan kaliumnya. Jika ibu hamil memiliki kadar kalium yang tinggi dalam darah, maka akan bisa mengganggu atau menimbulkan masalah ketika pross persalinan.

Dengan kata lain, tingginya kadar kalium bisa mempengaruhi kontraksi otot, sehingga bisa menimbulkan kontraksi dini.




3. Kacang-kacangan.

Kacang-kacangan seperti kacang hijau dan kacang kedelai memiliki kandungan isoplafon yaitu zat aktif dalam makanan yang bersifat sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas serta iso ekstrogen yang bermanfaat untuk perempuan pasca menopause untuk mengencangkan dan menjaga kulit.


Itulah kenapa ibu hamil mempercayai bisa membuat kulit bayi menjadi putih putih dan bersih serta mulus. Padahal berdasarkan penelitian, manfaat dari isoplafon dan ekstrogen ini ditujukan hanya untuk orang yang mengonsumsinya.

Yang benar, kacang-kacang memang benar dan dianjurkan untuk dikonsumsi ibu hamil karena memiliki kandungan protein nabati yang baik, BUKAN untuk pembentukan kulit bayi agar berwarna putih, bersih dan mulus.

4. Air putih.

Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi air putih karena untuk mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuhnya. Minimal 8 gelas dalam sehari atau kira-kira 2 liter air.


Kecukupan air putih untuk ibu hamil akan berpengaruh dengan ketersediaan cairan ketuban. Jika asupan cairan rendah, air ketuban juga berkurang dari yang dibutuhkan.

Jadi, ibu hamil mengonsumsi air putih bukan untuk pembentukan kulit putih bayi, namun pada ketersediaan cairan ketuban.

5. Makanan berlemak.

Agar kulit bayi putih dan bersih, ibu hamil dissrankan untuk menghindari makanan yang berlemak. Pada kenyataannya, makanan berlemak tidak mempengaruhi pembentukan warna dan kebersihan kulit bayi.

Lemak, terutama lemak jenuh, memang tidak bagus untuk kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Karena sangat berpotensi menimbulkan gangguan metabolisme lemak menjadi tinggi.


Berbeda dengan lemak tak jenuh, boleh dianjurkan untuk ibu hamil terutama yang berasal dari ikan laut dalam seperti ikan salmon, dan tuna yang banyak mengandung omega 3 untuk pembentukan sel otak, tapi tetap saja tak ada pengaruhnya pada warna dan jenis kulit bayi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "5 Mitos Makanan untuk Kulit Bayi"

Post a Comment