Dampak Anak yang Suka Mengisap Jempol

Ketika ada seorang anak yang mengisap jempolnya, anak tersebut akan merasakan kebahagiaan dan ketenangan. Isap jempol anak adalah salah satu refleks alami pada anak kecil.

Berhubung dengan efek yang ditimbulkannya yang bisa memberikan rasa nyaman, banyak anak mengisap jempol akan tertidur lelap atau berhenti menangis ketika sedang rewel.


Kebiasaan isap jempol seperti ini akan muncul dengan sendirinya, secara alami tanpa ada yang mengajarinya.

Biasanya, anak akan mengisap jari mereka sebagai ungkapan emosional saat merasa bosan, lelah ataupun marah. Tak jarang pula, selain isap jempol, ada anak yang berprilaku aneh seperti memainkan rambut, memegang telinga dan sebagainya.




Mempengaruhi Gigi


Efek yang timbul karena kebiasaan mengisap jempol pada anak-anak tergantung dari usia mereka, durasi, konsistensi serta kekuatan isapan si anak.

Apabila kebiasaan mengisap ibu jari terus menerus berlanjut hingga anak berusia di atas lima tahun, maka hal ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan pada gigi.




Gigi seri atas maupun bawah tidak dapat berkembang dengan baik.

Begitu pula dengan jari jempol yang dihisap, maka bentuknya akan terlihat tidak normal. Belum lagi jika jempolnya ada yang terluka karena gesekan gigi.

Jika kebiasaan mengisap jempol ini berlanjut hingga anak berusia 8-9 tahun, efek sampingnya masih bisa diperbaiki. Akan tetapi jikalau kejadiannya sudah terlalu parah dan merusak gigi, maka kelak harus dilakukan perawatan khusus "Ortondik Kompleks".

Perlu diketahui bahwa untuk menghilangkan kebiasan mengisap jari ini sangatlah sulit namun kita bisa mencoba untuk berkompromi dengan anak. Mungkin saja hal ini menjadi akan lebih mudah.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dampak Anak yang Suka Mengisap Jempol"

Post a Comment

Labels