Kenali 3 Jenis Tahi Lalat yang Tidak Berbahaya

Tahi lalat atau bintik hitam yang biasa muncul pada bagian tubuh yang kurang dikehendaki, terkadang mengganggu. Namun sebenarnya juga bisa mempercantik penampilan.

Tapi ingat, ada bintik hitam dari kanker yang bentuknya seperti kanker.





Kalau mendengar kanker, langsung saja tanggap dan respek, curigai tiap tahi lalat yang menempel di tubuh demi keamanan sebelum terlambat.

Tahi lalat ini biasanya disebut dengan "nevus pigmentosus", termasuk tumor jinak yang berasal dari sel-sel nevus atau sel pimen melanosit.


Pada dasarnya, semua benjolan yang berada di kulit termasuk tumor jinak, termasuk tahi lalat.

Kulit manusia terbagi menjadi tiga lapisan, yaitu:

1. Epidermis.

2. Dermis.

3. Hypodermis.






Pigmen kulit yang menjadi cikal bakal tahi lalat tidak semuanya muncul di permukaan kulit (epidermis).

Ada tiga jenis tahi lalat yang dilihat dari letak dan warnanya.

1. Junctional.

Tahi lalat jenis ini letaknya berada di permukaan kulit dan biasanya berwarna coklat atau coklat kehitaman, bentuknya pipih atau bulat.

2. Compound.

Tahi lalat ini letaknya berada di tengah-tengan lapisan kulit dan warnanya hitam pekat.

3. Intradermal.

Tahi lalat ini letaknya yang paling dalam dan warnanya hitam dengan corak kebiruan dan biasanya timbul dengan bulu.

Ketiga jenis tahi lalat di atas dapat terdeteksi oleh dokter dari permukaan kulit, namun ketiganya tidak ada yang berbahaya. Justru biasanya yang ada bulunya itu aman-aman saja.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kenali 3 Jenis Tahi Lalat yang Tidak Berbahaya"

Post a Comment