4 Cara Tepat Pertolongan Pertama pada Stroke

Stroke adalah suatu penyakit yang selalu mengintai siapa saja dimanapun dia. Serangan stroke sangat berbahaya juga selain serangan jantung, dimana seseorang bisa menjadi lemas terkulai dan jatuh.

Penyakit stroke ini disebabkan oleh dua hal saja, yaitu karena adanya penyumbatan darah di otak kanan atau kiri serta karena adalahnya pembuluh darah di otak yang pecah.

Karena sudah mengetahui penyebabnya, maka dari itu seharusnya kita bisa mencegahnya dengan cara agar tidak ada penyumbatan darah di otak. Caranya adalah dengan bergaya hidup sehat, berhenti merokok, dan melakukan olahraga secara rutin.


Buat kalian yang masih aktif merokok, segeralah berhenti merokok dengan cara awal berpuasa setiap hari dulu, jangan sentuh bungkus rokok. Rokok pasti akan segera membunuhmu apalagi kalau ada riwayat keluarga, sudah bisa dipastikan, stroke akan menurun ke anak cucu kalau tidak bergaya hidup sehat.

Ayah, ibu, saudara, teman, tetangga dekat, bisa saja terkena serangan stroke ini.

Langkah pertama apa yang tepat untuk membantu mereka. Jika seseorang terkena serangan stroke, mereka akan sangat membutuhkan pertolongan orang-orang terdekatnya. Pertolongan pertama inilah yang sangat menentukan dan bisa semaksimal mungkin menghindari kecacatan permanen pada diri penderita.






Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menolong penderita agar kondisinya tidak semakin parah. Ibarat waktu adalah nyawa. Antara penderita yang sadar dan yang tidak sadar penanganannya berbeda, meski tujuan tetap saja.

4 Cara Tepat Pertolongan Pertama pada Stroke


1. Jika penderita sadar.

  • Jika Anda mendapati seseorang yang tiba-tiba saja jatuh karena serangan stroke, maka biarkan si penderita tetap pada tempatnya. Anda cukup membantunya untuk mengambil posisi duduk supaya tidak jatuh lagi.

  • Jangan pernah sekali-kali memindahkannya karena dikhawatirkan dapat menyebabkan pembuluh darah halus di otak menjadi pecah.

  • Kalau sudah tergeletak tapi masih sadar, tidurkan penderita dengan posisi kepala lebih tinggi dari jantung kira-kira 15-30 derajat, dengan posisi kaki sedikit ditekuk.

  • Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya peninggian tekanan di dalam kepala. Teknik seperti ini biasanya digunakan selama perawatan di rumah sakit.

2. Jika penderita tidak sadar.

  • Jika penderita tak sadarkan diri dan mungkin juga muntah-muntah, maka baringkan penderita dengan posisi miring ke sisi kiri supaya ia bisa muntah dengan mudah.
  • Pada penderita seperti ini, kepala penderita tidak boleh diangkat.
  • Jika penderita tidak bisa bernafas, berikan bantuan pernapasan melalui mulut dengan cara napas buatan.
3. Jangan memberikan air minum.

  • Jika penderita sudah dibaringkan, jangan sekali-kali memberikan air minum. Hal ini tidak boleh dilakukan karena lebih dari 60% penderita stroke mengalami gangguan menelan. Jikalau tetap memberikannya, kemungkinan besar ia akan tersedak.

4. Segera cari pertolongan medis.

  • Jika pertolongan pertama sudah Anda berikan, langkah selanjutnya adalah sesegera mungkin mencari bantuan medis seperti dokter, puskesmas, atau bawa ke UGD.

  • Jangan sekali-kali melakukan intervensi yang berbahaya seperti menusuk jari dan pembuluh darah.

  • Bantuan medis sangat diperlukan dalam waktu cepat karena penderita stroke harus mendapatkan penanganan medis dalam waktu kurang dari 3 jam terhitung sejak serangan dimulai.

  • Jika tidak segera mendapatkan pertolongan, kondisi penderita akan semakin parah.

Dari tulisan di atas bisa disimpulkan bahwa:
  • Biarkan penderita di posisinya saat terserang stroke.
  • Kepala penderita tidak boleh diangkat sekalipun tersungkur.
  • Jangan diberi minum.
  • Waktunya hanya 3 jam dari serangan awal.
  • Jangan menusuk pembuluh darah di jari atau sekitar telinga bagi yang tidak punya skill medis.

Semoga kita semua selalu diberi kesehatan lahir dan batin oleh Tuhan. Selalulah bergaya hidup sehat, rutin berolahraga.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "4 Cara Tepat Pertolongan Pertama pada Stroke "

Post a Comment