Cara Aman Memilih Sirup

Sirup adalah sediaan cair yang mengadung gula atau sukrosa yang dilarutkan ke dalam air. Makanya di pasaran kita bisa melihat ada sirup yang encer dan sirup yang pekat atau kental.

Sirup

Ada syrupus simplex dalam pengobatan, dibuat dengan melarutkan gula ke dalam air mendidih dengan kadar gula mencapai 65 persen. Sediaan inicukup tahan lama karena dengan air mendidih, kuman alias bakteri sudah mati. Dengan kadar gula tinggi atau jenuh, maka tekanan osmosanya tinggi, sehingga bakteri juga tidak dapat tumbuh.

Untuk penggunaannya, perlu diencerkan sesuai rasa dan kadar gula yang diinginkan.

Sedangkan untuk sirup yang beredar di pasaran, kebanyakan dibuat tidak terlalu pekat, alias agak encer dan ditambah dengan bahan lain seperti pewarna agar penampilannya lebih tampak menarik. Kemudian ada juga bahan tambahan perasa atau flavor atau ekstrak buah sehingga seperti rasa buah yang diinginkan. Atau ditambah zat lain yang bisa memberikan aroma tertentu dan bahan pengawet.






Ada beragam sirup yang ada di pasaran, seperti:
  • Sirup Leci.
  • Sirup Markisa.
  • Sirup Cocopandan.
  • Sirup Framboes.
  • Sirup Buah campur dan sebagainya.

Di dalam pangan, termasuk sediaan sirup, ada beberapa persyaratan yang diperlukan, yaitu:
  • 1. Tidak mengandung bahan berbahaya atau beracun dan bahan terlarang.
  • 2. Tidak boleh mengandung bahan cemaran yang melampaui nilai ambang batas (NAB).
  • 3. Tidak kotor, busuk, tengik atau terurai bahan aktifnya.
  • 4. Tidak kadaluarsa.
  • 5. Memenuhi persyartan sanitasi.
  • 6. Harus sesuai persyaratan mutu sesuai yang dijanjikan.
  • 7. Wadahnya tidak melepaskan cemaran berbahaya.
  • 8. Wadahnya masih utuh, tidak rusak, tidak penyok, tidak berkarat dan tidak menggembung.

Hati-hati bila wadahnya telah rusak, penyok atau menggembung, yang kemungkinan besar sudah ada kontak dengan udara luar karena dikhawatirkan kontak dengan bakteri yang kemudian berbiak, dan kemungkinan juga mengeluarkan toksin atau racun yang berbahaya untuk manusia.





Jangan membeli sirup yang low calorie untuk anak-anak, karena sirup rendah kalori itu dibuat dengan menggunakan gula buatan yang tidak berkalori atau sangat rendah kalorinya yang biasa digunakan untuk orang sakit diabetes.

Kalau sirup semacam ini diberikan kepada anak-anak, kemungkinan besar si anak tidak akan mau makan nasi karena sirup tersebut membuat perut terasa kenyang oleh air. Kalau anak sudah tidak mau makan nasi, bisa malah berbahaya untuk perkembangan anak selanjutnya.

Oleh karena itu, kepada masyarakat sangat dihimbau untuk memilih sirup yang sudah terdaftar di BPOM RI, dengan nomor registrasi MD untuk makanan dari dalam negeri dan yang beregistrasi ML untuk makanan yang berasal dari luar negeri. Pilih juga yang ada logo MUI-nya yang berarti produk tersebut adalah halal.

Demikian yang bisa dijelaskan semoga bisa menambah wawasan kita semua tentang memilih sirup yang tepat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Aman Memilih Sirup"

Post a Comment