3 Efek Negatif dari Migrain

Migrain atau yang lebih dikenal dengan gejala sakit kepala sebelah hingga kini masih mebjadi hal yang dianggap sepele oleh sebagian besar masyarakat awam. Padahal, meski gejalanya ringan, migrain juga memiliki efek negatif cukup serius. Ketika kondisi ini dibiarkan, tentu sajaa akan mengganggu siatem syaraf, jantung hingga menyebabkan stroke.



Selain gangguan jantung, berikut ini ada tiga efek negatif lain yang bisa terjadi kala penyakit yang ditandai dengan gejala sakit kepala sebelah dianggap sepele dan dibiarkan terus menerus.

3 Efek Negatif Ketika Migrain Mendera:

1. Parkinson.

Sebuah studi yang dilakukan, menunjukkan bahwa rasa sakit kepala sebelah akibat migrain juga bisa menjadi faktor pemicu hadirnya penyakit lain semisal parkinson dan memperbesar resikonya hingga dua kali lipat. Hal ini berlaku untuk migrain yang disertai dengan kilatan cahaya dan hal-hal sejenisnya.




2. Depresi.

Penelitian mengungkapkan bahwa migrain berpotensi memicu timbulnya depresi pada para penderitanya, khususnya kaum wanita. Rasa sakit pada kepala akibat penyakit inilah yang kemudian membuat mood seseorang menjadi tidak stabil. Tak hanya itu, selain menjadi akibat, depresi juga bisa menjadi penyebab migrain karena bisa mengundang hadirnya sakit kepala.

3. Jantung dan Stroke.

Dua penyakit lainnya yang menjadi imbas dari penyakit ini adalah jantung dan stroke. Sebuah studi terkait neurologi mengungkap bahwa ada kaitan yang signifikan antara rasa sakit kepala sebelah dengan jantung dan stroke. Sama halnya dengan penyakit yang menyebabkan parkinson, migrain juga berpotensi meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke juga disertai dengan kilat dan lingkaran cahaya.

Migrain jenis itu disinyalir bisa meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke hingga 400 persen pada wanita karena menyebabkan perubahan aliran darah.

Itulah efek negatif dan imbas dari penyakit migrain yang diambil dari berbagai sumber.

Subscribe to receive free email updates: