3 Penyebab Pembuluh Darah Pecah

Kasus pembuluh darah pecah adalah salah satu penyebab kematian yang kini sangat familiar. Untuk itu, segera kenali apa penyebab dan gejalanya agar Anda bisa mewaspadainya sedari awal.



Pecahnya pembuluh darah adalah salah satu kondisi yang dapat merenggut nyawa seseorang. Merupakan salah satu penyebab kematian mendadak bagi manusia. Pecahnya pembuluh darah bisa terjadi pada siapa saja tak peduli usia muda ataupun tua. Akibat pecahnya pembuluh darah bergantung dari letak pembuluh darah mana yang pecah dan volume darah yang keluar.




Jika letaknya tidak vital, maka belum tentu menyebabkab kematian, bisa saja kembali normal dengan kecacatan yang minimal. Misalnya saja jika yang pecah pembuluh darah pada mata, maka bisa menimbulkan kebutaan.

Gejala Pembuluh Darah Pecah

Seseorang yang mengalami pembuluh darah yang pecah, harus dengan cepat ditangani karena penanganan pertamalah yang menentukan nasibnya dalam beberapa jam ke depan nanti.

Bahayanya kalau tidak segera ditangani adalah akan dapat menimbulkan sumbatan-sumbatan baru sehingga membuat pasien tidak selamat. Apalagi jika pembuluh darah yang pecahnya terjadi di daerah-daerah vital seperti di batang otak atau di pembuluh darah vena lainnya, dimana resikonya adalah kematian.




Penanganan yang terlambat bisa menyebabkan pasien meninggal, oleh karena itu pasien harus segera di bawa ke rumah sakit untu Scan agar segera mengetahui dimana letaknya yang pecah dan apah memang benar-benar pecah atau hanya masih menglami sumbatan saja.

Gejala dari pecahnya pembuluh darah bisa bermacam-macam diantaranya adalah:
1. Mendadak lumpuh.
2. Kesemutan.
3. Nyeri kepala.
4. Muntah.
5. Hingga tak sadarkan diri.



3 Penyebab Pembuluh Darah Pecah

Hati-hati dan waspada bagi memiliki riwayat kolesterol tinggi dan hipertensi.

Ada sebanyak tiga penyebab pembuluh darah pecah, yaitu:
1. Faktor bawaan.

Faktor ini biasanya disebut dengan aneurisma, yaitu kondisi pembuluh darah melebar dan akhirnya pecah. Pecahnya pembuluh darah bisa juga diawali dengan pembuluh darah yang menebal (terjadi pengapuran) dan biasanya terjadi pada pendereta diabetes. Semakin lama, pembuluh darah yang menebal ini akan menumbat aliran darah ke otak.



Jika dibiarkan, bisa akan pecah. Sedangkan pembuluh darah yang menipis, biasanya terjadi pada penderita hipertensi. Tekanan darah yang tinggi akan membuat pemilih pembuluh darah tipis ini akan pecah.

2. Kelainan Bentuk Pembuluh Darah.

Misalnya karena dinding pembuluh darah yang lemah atau karena perbedaan ukuran dinding pembuluh darah yang satu dengan yang lainnya. Kelainan bentuk pembuluh darah ini juga disebut dengan AVM atau Arterio Venous Malformation yaitu suatu kondisi dimana pembuluh darah arteri dan vena yang saling mempunyai ukuran yang berbeda. Kelainan ini sering terjadi pada bagian otak.

3. Pembuluh Darah Menipis Karena Efek Konsumsi Obat.

Salah satu obat yang dapat menyebabkan menipisnya pembuluh darah adalah obat antikoagulen seperti ASPIRIN dan Clopidrogel yang bersifat mengencerkan darah. Oleh karena itu, seseorang yang mengkonsumsi onat ini harus dalam pengawasan dokter.

Itulah 5 gejala orang yang terkena pembuluh darah pecah serta 3 point penting penyebabnya.

Subscribe to receive free email updates: