MITOS Tentang Kulit Durian

KASONGAN - Di Katingan Kalimantan Tengah, bila tiba musim buah durian, maka hasilnya membanjiri semua daerah tetangga.

Berbagi tempat dapat ditemui, jangan heran penjual buah yang berduri satu ini dapat dijumpai dimana saja. Termasuk, disepanjang Jalan Protokol kota kasongan.


Menurut mitos yang masih dipercaya warga lokal setempat, cara ampuh menangkal efek panas dan mabuk ketika mengkonsumsi banyak durian dapat dilakukan dengan meminum air putih yang sebelumnya dimasukan ke curuk kulit durian bagian dalam.

Hal yang masih menjadi mitos dikalangan masyarakat luar itu masih dipercaya efektif oleh warga Katingan.

Salah satu penjual buah durian di Kasongan, Tiru (45) warga Desa Buntut Bali, Kecamatan Pulau Malan yang selalu menganjurkan tiap pelanggannya, agar jangan langsung membuang kulit durian yang habis dimakan.

Tapi menumlah dengan menggunakan cekungan pada kulit durian untuk menetralisir kembali organ tubuh dari efek panas dan mabuk durian.

"Karena cara ini sudah kami lalukan dari jaman nenek moyang kita,sudah dikenal penangkalnya atau pamungkasnya. Sudah menjadi kebiasaan bagi orang –orang tua bila makan durian mereka minum pakai bagian dalam dari kulitnya," akunya seraya melayani pembeli durian, Minggu (9/3).

sumber:
jpnn.com

Subscribe to receive free email updates:

8 Responses to "MITOS Tentang Kulit Durian"

  1. mitos ini tidak hanya di kalimantan saja. di sulawesi juga mitos menangkal mabuk dengan minum air menggunakan wadah kulit durian juga ada....... keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
  2. terlepas dari benar atau tidaknya, saya juga melakukan ini mas

    ReplyDelete
  3. kemarin lalu saya juga baca Dahlan Iskan melakukan itu

    ReplyDelete
  4. Di sini, Jawa Barat, juga berlaku mitos yang sama. Penjelasan ilmiahnya apa ya?

    ReplyDelete

Labels