Mantan Perokok Meski Sudah 15 Tahun Tetap Waspadai Kanker Paru-Paru

KALAU anda berusia di antara 55 hingga 60 tahun dan memiliki riwayat merokok, sudah seharusnya anda melakukan screening kanker paru-paru setiap tahun.

US Preventive Services Task Force (USPSTF) atau gugus tugas yang terdiri para ahli pencegahan penyakit telah merilis pedoman screening kanker paru-paru. Pemeriksaan ini sebaiknya juga tetap dilakukan meskipun dalam 15 tahun terakhir anda sudah berhenti merokok.


Sebelumnya, Lembaga Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat mencatat, screening di antara penderita kanker usus dengan usia di atas 50 tahun dapat mencegah kematian akibat penyakit itu hingga 60 persen. Lantas, apa perlunya screening rutin untuk kanker paru-paru?

Sebenarnya tidak hanya perokok saja yang dianjurkan untuk melakukan screening ini. Sebab, faktor risiko lain yang juga dianjurkan. Antara lain mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker paru-paru dan adanya riwayat penyakit paru-paru lain sebelumnya seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau tingginya paparan bahan kimia seperti radon, asbes, arsen, atau tar.

"Dengan dilakukannya screening ini, maka pasien yang berisiko tinggi terkena kanker paru-paru akan mendapatkan pengawasan berkelanjutan dan lebih besar kemungkinannya untuk sembuh," kata ahli paru-paru di Somerset Medical Center, New Jersey, Robin Lucas, MD, seperti dilansir laman Ipick.ca, Senin (10/2).

Sebelumnya, pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk memeriksa paru-paru adalah dengan rontgen dada. Namun, kini Robin menilai pemeriksaan paru-paru dengan rontgen sudah tak efektif.

"Sinar X adalah salah satu dimensi dan ada banyak struktur, seperti pembuluh darah, otot, dan tulang, yang dapat mengaburkan lesi kanker," katanya lebih lanjut.

Sebuah studi yang dilakukan selama delapan tahun di New England Journal of Medicine menemukan bahwa CT scan lebih efektif dalam mendeteksi kanker dibandingkan dengan sinar X atau rontgen dada. Sebab, dengan screening maka hasil yang ada muncul dalam bentuk gambar paru-paru tiga dimensi.

sumber:
jpnn.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mantan Perokok Meski Sudah 15 Tahun Tetap Waspadai Kanker Paru-Paru"

Post a Comment