Cegah Sejak Dini Kanker Payudara

Kanker payudara adalah salah satu penyakit paling mematikan yang dialami kaum perempuan di Indonesia.

Kanker jenis ini adalah sebutan untuk pertumbuhan sel-sel yang berlebihan yang memicu benjolan atau tumor ganas.


Sifat Kanker Payudara

Sifatnya sangat khas, yaitu dapat menyebar ke bagian lain di seluruh tubuh untuk berkembang menjadi tumor yang baru.

Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm pada waktu 8-12 tahun.

Sel kanker tersebut diam pada kelenjar payudara.
Sel-sel kanker payudara ini dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Namun, kapan penyebaran itu berlangsung, tidak bisa diketahui. Sel kanker payudara dapat bersembunyi di dalam tubuh selama bertahun-tahun tanpa diketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker.

Menurut dr. Adhi Nugraha SpB (K) di Lampung, kanker payudara merupakan keganasan yang berasal dari epital kelenjar payudara. Namun ironisnya katanya, banyak perempuan yang baru mengetahui dirinya terkena kanker setelah masuk stadium tiga atau empat.

Gejala Awal

Adhi menambahkan, gejala awal penyakit ini adalah benjolan tidak normal di payudara. Pada awalnya, benjolan ini tidak nyeri. Inilah yang membuat penyakit ini kerap tidak terdeteksi. Sebab, kebanyakan orang awam selalu mengaitkan penyakit dengan rasa nyeri. Mereka membiarkan saja benjolan yang tidak menimbulkan nyeri itu, namun setelah benjolan itu terasa nyeri baru mereka sibuk memeriksakan penyakit itu.

Padahal untuk kanker payudara, saat nyeri timbul, itu artinya kanker sudah membesar dan menyebar. Biasanya sudah memasuki stadium III atau IV, dengan tingkat penyembuhan cukup minim. "Untuk itu kepada masyarakat, apabila sudah ada benjolan tidak normal, segera periksakan ke dokter," ujarnya.

Selain benjolan, kata Adhi lagi, gejala berikutnya adalah retraksi puting tertarik ke dalam, yaitu kulit payudara menjadi seperti kulit jeruk yang pori-porinya masuk ke dalam. Kemudian, benjolan dapat pecah dan menjadi borok. Lantas, keluar cairan kemerahan atau darah dari puting susu.

Sedangkan untuk gejala lebih lanjut lagi, jelas Adhi, dapat menyebabkan kelumpuhan. Ini terjadi bila penyebaran kanker menyerang saraf di tulang belakang. Selain itu, kanker juga bisa mengakibatkan kerapuhan tulang. Bila menyebar ke paru-paru, penyakit ini dapat mengakibatkan sesak napas dan batuk-batuk.

"Jika menyebar ke hati, penderita akan merasa mual dan badannya menjadi kuning. Demikian pula apabila menyebar ke otak, penderita akan sakit kepala, muntah-muntah dan juga penglihatannya kabur," terangnya.

Dijelaskan Adhi, untuk stadium I, biasanya benjolan masih kurang dari 2 cm. Saat ini biasanya belum ada penyebaran. Untuk stadium II, juga belum ada penyebaran. Pada stadium ini benjolan membesar sekitar 2-5 cm. Namun pada stadium 3, menurutnya pula, di atas benjolan sudah timbul borok. Saat ini besar benjolan sudah di atas 5 cm. Sedangkan untuk stadium IV, kanker payudara sudah menjalar ke bagian tubuh lain.

Penyebab kanker payudara lebih banyak disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Kemungkinannya bisa sembuh 15-20 persen. Kemudian, ada faktor hormon estrogen. Semakin tinggi hormon estrogennya, maka semakin beresiko mengalami kanker payudara. Selain itu, juga ada faktor perempuan yang melahirkan di atas usia 31 tahun dan ibu tidak menyusui.

"Saat ini sudah banyak perempuan berumur 35 tahun ke atas yang terkena. Tetapi, bukan berarti di bawah umur itu tidak bisa terkena kanker payudara. Bahkan di Lampung, saya pernah menemui pasien yang masih berusia 16 tahun," ujarnya.

Untuk masalah pengobatan stadium satu dan dua, menurut Adhi, bisa melalui operasi, pemberian anti hormonal, dan kemoterapi. Sedangkan stadium tiga terlebih dahulu dilakukan kemoterapi, yang dilanjutkan operasi dan ditutup dengan kemoterapi kembali. "Sedangkan untuk stadium empat, untuk mengurangi keluhan diberikan obat anti nyeri dan kemoterapi radiatif," terangnya.

Pencegahan

Guna mencegah penyakit ini, Adhi menyarankan agar dilakukan sejak dini. Bagi perempuan yang sudah menstruasi katanya, harus rutin memeriksa payudara sendiri. Caranya adalah dengan menggunakan pola tiga jari. Yaitu, usapkan pada seluruh bagian payudara dengan arah yang sama, melingkar maupun secara vertikal dan horizontal. Periksa juga di bagian ketiak. Apabila terasa ada benjolan yang tidak seperti biasanya, segera periksakan.

Hal itu dilakukan setiap satu bulan sekali, dengan posisi berdiri dan juga terlentang. Kemudian kata Adhi, lakukan manografi rutin setiap satu tahun sekali pada perempuan berumur di atas 40 tahun. "Khusus untuk perempuan yang memiliki riwayat keturunan penyakit ini, manografi dilakukan setahun sekali pada umur 35 tahun," tandasnya.

sumber:
jawa pos.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cegah Sejak Dini Kanker Payudara"

Post a Comment

Labels