Friday, May 25, 2012

Atasi Maag dengan Akupunktur Tanam Benang

Kini, untuk mengatasi sakit maag tak hanya bergantung pada obat-obatan kimia. Namun, terapi akupunktur tanam benang, skit maag bisa diredam bahkan disembuhkan.
Selain aman, terapi akupunktur tanam benang juga minim akan efek samping.

Sakit Maag.
Maag adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya rasa nyeri dan perih yang diakibatkan beberapa hal, diantaranya adalah asam lambung tinggi hingga dinding lambung tergerus asam lambung dan mengakibatkan luka.

Berkenalan dengan Terapi Akupunktur Tanam Benang.
Akupunktur tanam benang merupakan metode dengan dasar teori akupunktur konvensional, yaitu dengan memasukkan benang ke dalam kulit titik akupunktur dengan menggunakan standar keamanan sesuai metode kedokteran modern.

Selain metodenya yang efektif dan aman, akupunktur jenis tanam benang ini mampu mejadi alternatuf pilihan dalam menyembuhkan berbagai macam masalah kesehatan. Selain mampu mengurangi rasa nyeri, bisa juga menungkatkan metabolisme pembakaran lemak.

Akupunktur tanam benang ini sama saja dengan akupunktur biasa, hanya saja akupunktur tanam benang memakai benang sebagai perantaranya. Benang yang ditanam adalah benang yang dapat diserap pleh tubuh yang biasa digunakan dalam tindakan bedah, Cutgat Remedy.

Benang yang ditanam sepanjang 1 cm dan ditanam ke dalam jaringan di bawah kulit pada titik akupunktur yang telah dipilih oleh akupunkturis (ahli akupunktur). Penanamannya tetap menggunakan jarum, jarumnya khusus.

Rangsangan yang didapat akan terasa lebih lama dan maksimal sehingga benang tersebut akan menstimulasi titik akupunktur secara terus menerus sampai benang catgut habis diserap tubuh selama 2-3 minggu.

Lama Waktu Akupunktur.
Perawatan akupunktur tanam benang ini tergolong efektif karena hanya berlangsung 10-15 menit dan dilakukan 3-5 kali terapi dengan efek mencapi 3 mimggu.

Efek Samping.
Semua metode penyembuhan pastinya ada efek sampingnya, hanya saja efek samping dari tanam benang ini tergolong dalam kategori ringan dan kecil. Biasanya efek samping yang diterima adalah rasa nyeri dan alergi. Namun efek samping ini mudah diatasi.

Terkadang untuk menghilangkan efek nyeri, pasien diberi obat tahan nyeri terlebih dahulu. Begitu juga dengan alergi, alergi yang dirasakan bukan dari akupunkturnya melainkan dari plester yang menempel.
Jadi, terapi tanam benang tergolong minim efek samping.
Read More »»»

Friday, May 18, 2012

Efek Samping Bahan Tambahan Makanan - BTM

Seringkali agar makanan yang tersaji dalam bentuk yang lebih menarik, rasanya enak, rupa dan konsistensinya baik serta awet, sering dilakukan penambahan bahan tambahan atau Bahan Tambahan Makanan (BTM).

BTM yang sering adalah zat aditif makanan.
Bahan aditif juga bisa menjadi penyakit jika tidak digunakan sesuai dosis, apalagi bila bahan aditif buatan atau sintesis.

Dianjurkan untuk menggunakan BTM yang resmi diapprove oleh pemerintah, agar aman. Bayangkan saja kalau ditambahi BTM yang dilarang oleh pemerintah, bukan saja menimbulkan penyakit, namun itu adalah perbuatan dosa. Iya kalau yang beli cuma satu orang, la kalau banyak bagaimana. Ya tentu dosanya berlipat kan.

Penyakit yang biasa timbul dalam jangka waktu lama setelah menggunakan suatu bahan aditif adalah KANKER.

Efek Samping BTM:
1. Jangka pendek.
Mual, muntah, pusing, diare, radang tenggorokan, alergi, gatal, sesak nafas dan jantung berdebar.

2. Jangka panjang.
Sesuai jenisnya.
Asam benzoat dan natrium benzoat.
Menyebakan alergi dan penyempitan syaraf.

Na nitrit dan na sulfit.
Dapat menyebabkan gangguan saluran pernafasan, pencernaan, metabolisme.

Bahan pewarna.
Menyebabkan tumor, alergi pada pernafasan dan hiperaktif.

Pemanis sintetis.
Picu sakit kepala, mengubah fungsi otak dan perilaku, tumor kandung kemih dan rasa pahit.

Penyedap rasa.
Merangsang sistem syaraf, hiperaktif, kanker pankreas, jantung berdebar, mudah lelah, mati rasa, saraf rusak, efek psikologi, kerusakan liver, tumor liver.

Pemutih.
Gangguan usus, luka pada hati, efek sistem imun, bisul perut, kerusakan ginjal.
Read More »»»

Friday, May 4, 2012

Benarkah Daging Merah Sebabkan Kanker Ginjal

Banyak rumor yang beredar bahwa kalau kita terlalu banyak dan sering mengkonsumsi daging merah, apalagi kalau diolah dengan cara dipanggang atau dibakar, dapat menyebabkan kanker ginjal karena kandungan zat kimia daging merah lebih banyak dari makanan lainnya.

Lalu benarkah demikian?
Apa penyebab utama dari kanker ginjal?
Simak uraian berikut ini dari bermacam sumber.

Mengkonsumsi Makanan Secara Berlebihan.
Perlu diketahui bahwa daging merah merupakan sumber zat besi yang sangat penting bagi tubuh dan juga mengandung protein. Selama daging tersebut tidak dikonsumsi secara berlebihan dan sesuai dengan petunjuk diet, maka tidak akan mengakibatkan gangguan yang berarti.

Namun bila dikonsumsi secara berlebihan, maka akan mengakibatkan berbagai penyakit.
Bukan hanya daging merah saja, tetapi makanan apapun bila dikonsumsi secara berlebihan maka akan menimbulkan efek yang tidak baik pada tubuh kita.

Misalnya saja bila kita kebanyakan mengkonsumsi makanan yang berlemak, maka akan dapat menyebabkan timbulnya plak pada pembuluh darah yang bisa menyumbat aliran darah tersebut yang akhirnya akan menyebakan penyakit pada pembuluh darah jantung.

Mengenai cara pengolahan dipanggang atau dibakar dengan jumlah yang sesuai diet yang dianjurkan, tidak akan menyebabkan kelainan yang berarti, akan tetapi bila dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan pastinya akan menyebabkan berbagai macam penyakit.
Yang berbahaya adalah arang yang terjadi pada makanan yang dibakar karena zat karbon yang terbentuk dapat memicu timbulnya kanker pada saluran pencernaan.

Kita perlu membatasi konsumsi makanan yang berlemak tinggi, termasuk diantaranya adalah makanan olahan dalam kaleng.
Karenadisamping lemaknya tinggi, juga mengandung bahan pengawet yang akan menjadi pemicu munculnya kanker.

Makanan yang mengandung zat pewarna maupun penyedap rasa juga bisa menjadi pemicu terjadinya kanker. Bukan hanya kanker ginjal, namun yang paling sering adalah kanker pada saluran pencernaan.

Usia Rentan terkena Kanker Ginjal.
Kanker ginjal biasanya terjadi pada manusia antara umur 17 hingga 70 tahun, dan yang paling sering terjadi pada usia 60-70 tahun. Mengenai penyebab terjadinya kanker ginjal ini sangatlah sedikit yang diketahui.

Merokok mungkin mempunyai peran.
Pada saat ditemukan tumor primer pada ginjal biasanya telah terjadi metastase atau penyebaran kanker di tempat lain seperti paru, hepar atau tulang.

Gejala Kanker Ginjal.
Gejala kanker ginjal yang tersering adalah:
Hematuria (kencing darah dan nyeri).
Nyeri pada sisi ginjal yang sakit.
Kalau diraba ada benjolan di daerah ginjal yang sakit.
Penurunan berat badan.
Febris atau demam.
Badan terasa mudah lemah.

Gejala-gejala di atas tersebut baru akan tampak pada kanker ginjal stadium lanjut sehingga diagnosa dini sering sulit dilakukan. Untuk mematikan diagnosa kanker ginjal masih diperlukan beberapa pemeriksaan yang menjurus seperti tes urine, tes darah, IVP, CT-Scan, biopsi dan lain sebagainya.

Kalau kita makan makanan yang bisa menjadi penyebab kanker, bukan berarti setelah memakannya kita akan serta merta terkena kanker, namun timbulnya kanker ini merupakan suatu proses kerusakan dari sel tubuh yang memerlukan waktu.

Kesimpulan.
Jadi benarkah daging merah bisa menyebabkan kanker ginjal?
Jawabnya IYA kalau dikonsumsi secara berlebihan dan tidak sesuai dengan prosi diet.
Sedangkan penyebab utamanya belum pasti diketahui, namun yang memicu terjadinya kanker ginjal sudah tertulis di atas.

Tidak perlu takut dengan kanker, yang terpenting kita bergaya hidup sehat, sering berolahraga dan istirahat yang cukup maka semua penyakit akan menjauhi kita.
Ya semoga hanya penyakit yang ringan-ringan sajalah yang akan kita terima, karena tak satupun makhluk yang tidak pernah sakit selama hidupnya kecuali Fir'aun.
Read More »»»