Minggu, 04 Maret 2012

Bahaya Junk Food pada Anak

Terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji atau junk food tak hanya mengganggu kesehatan. Makanan ini juga bisa membuat buah hati Anda rentan terkena berbagai macam penyakit.

Mengkonsumsi junk food tampaknya sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, terutama di kota-kota besar. Bahkan, tak jarang para orang tua malah mengenalkan makanan ini sejak dini. Namun, hati-hati, ternyata makanan tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan anak seperti diabetes.

Junk food ini dapat dikonotasikan sebagai makanan yang berkualitas gizinya rendah. Makanan ini biasanya dikemas sebagai menu cepat saji yang menawarkan rasa lezat sehingga membuat ketagihan si pembeli.

Padat Kalori.
Junk food biasanya mengandung padat kalori, lemak dan bumbu-bumbu dengan kadar garam tinggi sehingga menimbulkan sensasi rasa yang sangat lezat di lidah. Ini jelas tidak sehat karena lemak, kalori dan kandungan zat-zat lain yang dikandungnya melebihi batas yang ditentukan. Padahal, komposisi makanan sehat itu harus seimbang.

Jika dihitung dari nilai gizi, junk food tidaklah seimbang. Sebungkus kentang goreng porsi normal misalnya, dapat mengandung 500 kalori, hamburger sekitar 500 kalori, belum lagi bila ditambah minuman soda. Total kalori satu hidangan bisa melebihi total 2000 kalori. Rata-rata kebutuhan kalori untuk pria dewasa saja rata-rata hanya 1900 kalori, sedangkan pada anak-anak sekitar 1500-1900 kalori. Ini berarti makan sekali sajian belum termasuk minumnya, sudah melewati lebih dari separuh kebutuhan kalori anak-anak.

Kolesterol Tinggi.
Junk food jug dapat mengandung kolesterol dan gula yang tinggi. Sementara kandungan nutrisi penting seperti protein, vitamin dan mineral justru terabaikan. Yang dikhawatirkan, junk food kemungkinan mengandung zat berbahaya lain seperti bahan pengawet dan zat aditif yang membuat anak menjadi ketagihan.

Hal yang perlu diwaspadai dari mengkonsumsi junk food atau makanan siap saji adalah kandungan kalorinya yang tinggi. Pada prinsipnya makanan instant ini sudah melalui proses berulang. Proses ini menyebabkan kandungan gula sederhana pada makanan instant mudah diserap oleh tubuh.

Junk food juga termasuk makanan dengan indeks glikemik tinggi yang menyebabkan rasa ketagihan. Rasa ini didapat dari perasaan nikmat akibat gula darah yang lekas naik. Kemudian ada efek craving (perasaan ingin selalu ngemil) begitu gula darah turun cepat.

Resiko Diabetes.
Selain itu, junk food juga kurang mengandung serat. Padahal, pada kondisi normal, serat sangat dibutuhkan untuk menjaga siklus buang air besar (BAB) secara teratur dan mengimbangi intake kalori yang terlalu banyak.

Bila dibiarkan dengan pola makan yang tinggi kalori dan kurang serat terus menerus, anak akan menjadi gemuk. Makanan dengan indeks glikemik tinggi yang memicu produksi insulin terus menerus, dan lama kelamaan akan meningkatkan resiko diabetes pada anak.

Jika mengkonsumsi junk food terus menerus, bukan hanya mengakibatkan gemuk pada anak tapi juga dapat memicu penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi atau penyakit berat lainnya.

2 komentar:

  1. waduw...mengerikan.
    Kalo aku lbh suka martabak, terang bulan dan roti maryam

    BalasHapus
  2. junkfood sptinya mkanan buat gaya doang, bnyak dmpak buruknya buat ksehatan, mndingan yang alami lbih mnyehatkan...

    BalasHapus

Stop Spam, Stop Iklan Apapun
Tanpa Moderasi, Tanpa Verifikasi Kata, Komentar Langsung Tampil

Top Weekend