Deteksi Sariawan Anak Kecil

Apakah keceriaan buah hati Anda mendadak hilang, menolak makan serta minum susu, panas tubuh nya pun meningkat...
Ini bisa jadi menjadi tanda awal terjadinya sariawan. Agar sariawan tidak berkepanjangan, pastikan memberi si kecil makanan yang kaya vitamin dan serat serta menghindari makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin.

Sariawan merupakan tukak kecil bergaris tengah kira-kira 3 mm dengan dasar berwarna putih kekuningan. TImbulnya secara berulang-ulang di lidah, bibir, pipi bagian dalam (mukosa), dan ternggorokan. Besarnya sariawan tetap, tidak membesar, melebar atau menjalar seperti halnya bisul.


Kenali Jenisnya.
Ada beberapa jenis sariawan yang terjadi pada anak.
1. Sariawan karena Trauma (Stomatitis Apthosa).
Yaitu sariawan karena luka tergigit atau gesekan sikat gigi yang tidak tepat sehingga melukai rongga mulut dan lecet.
Pemilihan sikat gigi dan cara membersihkan gigi yang benar akan mengurangi potensi luka ini.
2. Jenis Oral Thrush (Moniliasis).
Yaitu sariawan yang disebabkan tumbuhnya jamur candida albican di lidah.
3. Stomatitis Herpetic.
Sariawan ini dapat ditemukan di belakang tenggorokan yang disebabkan oleh virus herpes simplek.

Adapun sariawan yang kerap mengganggu keceriaan anak-anak balita adalah yang berjenis Stomatitis Apthosa dan Stomatitis Herpetic.




Kenali Gejalanya.
Untuk mencegah sariawan, haruslah dikenali gejalanya.

Tanda awal sariawan yang mudah dikenali:
  • Lidah menjadi agak licin.
  • Lidah berwarna kemerah-merahan.
  • Timbul luka-luka di bagian bawah dan pinggir atau tengah lidah.
  • Pada pipi bagian dalam tampak bintik-bintik putih.
  • Munculnya benjolah di bagian pipi bagian dalam yang dapat pecah sehingga membuat mulut terasa perih.
Adapun luka-luka di rongga mulut dapat disebabkan beberapa hal,
  • Karena tergigit pada bibir atau lidah akibat susunan gigi yang tidak teratur.
  • Akibat menyikat gigi terlalu keras atau bulu sikat yang sudah mengembang.
  • Juga bisa diakibatkan alergi terhadap suatu makanan tertentu, seperti cabai dan nanas.
  • Faktor psikologis.
  • Kekurangan vitamin B, Vitamin C serta zat besi.
Gejala lain yang dapat dilihat secara nyata adalah:
  • Demam tinggi hingga mencapai 40 derjat celcius.
  • Si kecil mengeluarkan air liru lebih dari biasanya.
  • Aroma bau mulut yang kurang menyedapkan.
  • Si kecil terlihat gelisah dan agak rewel.
  • Tidak mau makan dan tidak mau minum ASI atau susu botol.
Pemeriksaan secara manual dapat dilakukan dengan menggunakan alat spatel lidah dan bila tidak memungkinkan, bisa menggunakan sendok kecil.
Tekan lidah dengan alat ini, turunkan sedikit gagangnya hingga rongga mulutnya terlihat.





Cara Mengobati.
Memberikan menu seimbang dalam konsumsi makanan anak sangatlah penting.
Makanan yang kaya serat seperti sayur dan buah yang mengandung vitamin C, B12 dan zat besi. Selain itu, orang tua harus menghindari memberikan makanan atau minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin.

Sebaiknya suapi si kecil dengan sendok secara perlahanm saat memberikan makanan.
Usahaan memberikan minum lewat gelas dengan memakai sedotan demi menghindari kontak langsung dengan sariawan agar tidak menimbulkan gesekan dan trauma.

Kemudian pilihlah makanan yang teksturnya lebih lembut dan cair agar mudah ditelan. Olesi bagian yang terkena sariawan dengan madu.

Jangan memaksa anak makan nasi, berikan makanan yang bertekstur lunak seperti bubur dan sebagainya. Jika memberikan obat anti sariawan, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Sebab, obat yang tidak tepat dapat berdampak kurang baik untuk kesehatan anak.

Subscribe to receive free email updates:

10 Responses to "Deteksi Sariawan Anak Kecil"

  1. iya produksi air liur berlbh makanya yg biasa keliatan tuh ngiler terus karena nahan sakit jg.

    Mesti jeli biar sakit si kecil cpt diobati...

    ReplyDelete
  2. kalau sariawan pada orang dewasa sob gimana, soalnya saya sering sariawan dan obatnya apa yah sob???

    Sekedar saran sob, sebaiknya sediakan kotak komentar buat NAME/URL

    ReplyDelete
  3. makasih gan...infonya kebetulan anak ane kena sariawan ,,, thanks

    ReplyDelete
  4. adu kasihannya kalo anak kecil sariawan
    kita yg dewasa aja ngerasa perihnya luar biasa

    makasih infonya jd ngerti jenis2 sariawan....

    ReplyDelete
  5. wah keponakanku durung pernah liat kena sariawan -masalahe aku ketemune cuman nek pas mudik lebaran cak he he-
    makasih tipsnya :)

    ReplyDelete
  6. duuhhh ngilu banget liat gambarmnya :( semoga ane dengan tips ini bisa membantu ane menghindari sari awan :)

    ReplyDelete
  7. yang pasti nangis terus....belum bisa omong dan gak bisa omong. Orang tua mesti tahu tanda-tanda ini. Terima kasih tipsnya

    Kasihan tuh si kecil :(

    ReplyDelete
  8. orang dewasa saja sudah terganggu dengan sariawan, apa lagi anak kecil,, sungguh info yang berguna ..

    ReplyDelete
  9. itu sih spele, ksh z buah yg ngandung vit. C/ ksh z lgs vit. C nya
    gampang kan? iya gampang :)

    ReplyDelete
  10. Permisi……..Numpang berbagi info gan, mudah2an ada manfaatnya untuk banyak orang sehingga blog anda juga menampung solusi dari problem yang di hadapi orang banyak. Terimakasih sebelumnya…….
    CIPADU HOLISTIC CENTER / CHC
    JL. Ulujami raya gang H. Dilun No 65 B Rt 05 / Rw 07, Ulujami, Pasanggrahan, Jakarta selatan. { Sebrang pondok pesantren Darunnajah Ulujami }
    Telp : 021.3638 2223 / 021.933 40 413 www. Multiterapi.blogspot.com
    InsyaALLOH CHC Bisa melayani Terapi :
    1. BEKAM
    2. SENGAT LEBAH
    3. SEDOT LINTAH
    4. HYPOTERMAL
    5. GURAH THT
    6. REIKI / PRANA
    7. MOCSIBASI
    8. REFLEKSI
    9. TOTOX
    10. EAR CANDLE
    11. MEDIPIC
    12. MASSAGE LIMPATIC
    13. CHIROPRACTIC YUMEIHO
    14. ACCUPRESURE
    15. PIJAT BAYI.
    16. OBAT-OBAT HERBAL
    17. CEK GULA DARAH.
    18. CEK ASAM URAT
    19. CEK CHOLESTEROL
    20. KONSULTASI PROBLEM LAHIRIAH DAN BATINIAH.
    21. Cek UA, Cholesterol, Gula.

    CHC juga memproduksi berbagai macam obat herbal multikhasiat untuk anda, serta membuka layanan konsultasi dan diagnose penyakit jarak jauh, baik permasalahan lahiriah maupun bathiniah.

    ReplyDelete